Ketua DPP PDIP, Said Abdullah menegaskan jika pihaknya tidak mempersoalkan kehadiran keponakan Presiden Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon deputi gubernur Bank Indonesia (BI).

Menurut anggota Komisi XI DPR ini, keponakan presiden itu memenuhi seluruh persyaratan untuk mengikuti proses seleksi dan bersaing dengan kandidat lain.

Baca Juga: PSI Makin Takabur! Gibran Tengah Digodok untuk Lawan Prabowo di 2029

Baca Juga: Keponakan Presiden Masuk Bursa Deputi BI Bukan Usulan Prabowo?

"Melihat latar belakang Pak Thomas Djiwandono, dia memang ekspertisnya lebih di bidang moneter dibandingkan fiskal," ujarnya kepada wartawan, Senin (26/1/2026).

Lanjutnya, ia menegaskan penilaian tersebut terlepas dari hubungan Thomas dengan Presiden Prabowo. 

Menurutnya, kompetensi menjadi faktor utama dalam pengisian jabatan strategis di Bank Indonesia. "Terlepas dari beliau keponakan Bapak Presiden, menurut saya Thomas atau Tommy Djiwandono memang berhak menduduki jabatan deputi gubernur BI," tambahnya.

Sementara itu, ia mengingatkan jika kepemimpinan di BI bersifat kolektif kolegial. "Jabatan itu kolektif kolegial, dan ini deputi, bukan deputi senior, apalagi gubernur," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi XI DPR Misbakhun mengabarkan komisinya kembali menggelar uji kelayakan dan kepatuhan (fit and proper test) terkait calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, Senin (26/1/2026) hari ini.

Adapun fit and proper test ini dibagi dua sesi, yakni Dicky Kartikoyono yang akan digelar pada pukul 14.00 WIB, sedangkan Thomas AM Djiwandono yang merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto akan dilakukan pada pukul 16.00 WIB.

"Untuk hari Jumat karena waktunya pendek, hanya satu kandidat ( Solikin M Zuhro) yang menjalani fit and proper test," ujarnya.