RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) melalui RSCM Kencana resmi melakukan re-launching Klinik Yasmin Reproductive Cluster pada Senin (26/5). Mengusung tema “Fertility and Beyond with Compassion, Care with Heart”, peluncuran ini menjadi langkah transformasi layanan kesehatan reproduksi yang lebih modern, komprehensif, dan berorientasi pada kenyamanan pasien.

Acara tersebut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono, jajaran direksi RSCM, dokter spesialis, akademisi, hingga rekan media. Dalam sambutannya, Prof. Dante menyoroti pentingnya layanan fertilitas di Indonesia karena infertilitas kini menjadi persoalan yang cukup besar.

“Secara global, sekitar satu dari enam orang mengalami infertilitas. Di Indonesia sendiri, jutaan pasangan membutuhkan intervensi medis untuk mendapatkan keturunan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi transformasi Klinik Yasmin yang dinilai mampu memperkuat pelayanan kesehatan reproduksi di Indonesia. Menurutnya, relaunching ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan layanan yang lebih inklusif, inovatif, dan berkualitas.

Direktur Utama RSCM dr. Supriyanto mengatakan pembaruan Klinik Yasmin bukan hanya perubahan logo atau tampilan semata, tetapi juga transformasi pelayanan secara menyeluruh. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah sistem fast track service untuk meningkatkan kenyamanan pasien.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Klinik Kecantikan Berbasis Teknologi di Indonesia

“Kita harus terus bertransformasi mengikuti tantangan zaman. Klinik Yasmin sekarang hadir dengan pelayanan yang lebih modern, lebih nyaman, dan tetap mempertahankan kualitas terbaik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Klinik Yasmin Reproductive Cluster dr. Gita Pratama menjelaskan bahwa Klinik Yasmin sebenarnya telah berdiri sejak era 1980-an di lingkungan FKUI sebelum akhirnya berkembang menjadi pusat layanan fertilitas di RSCM Kencana.

Menurutnya, selama ini masyarakat mengenal Yasmin hanya sebagai klinik bayi tabung. Padahal, Yasmin memiliki delapan pilar layanan kesehatan reproduksi perempuan, mulai dari infertilitas dan IVF, gangguan haid, endometriosis, PCOS, keguguran berulang, ginekologi remaja, menopause, hingga preservasi fertilitas.

“Kami ingin memperkenalkan bahwa Klinik Yasmin bukan sekadar layanan IVF, tetapi menjadi one stop service untuk perjalanan kesehatan reproduksi perempuan dari remaja hingga menopause,” ujar dr. Gita.

Dalam press release yang dibagikan kepada media, RSCM menyebut Klinik Yasmin kini dilengkapi berbagai layanan unggulan seperti inseminasi intrauterin (IUI), IVF, ICSI, pemeriksaan genetik embrio, pembekuan sperma dan embrio, hingga pemeriksaan infertilitas laki-laki dan perempuan.

Selain itu, layanan terbaru juga mencakup pendampingan pasien oleh konselor perawat, sistem satu pasien satu perawat, kolaborasi layanan akupuntur, hingga pusat layanan keguguran berulang.

Ketua Umum POGI Prof. Budi Wiweko menyebut perkembangan teknologi reproduksi berbantu saat ini semakin meningkatkan peluang keberhasilan program kehamilan. Teknologi seperti Frozen Embryo Transfer (FET) dan Pre-implantation Genetic Testing (PGT-A) dinilai mampu meningkatkan keberhasilan IVF sekaligus menurunkan risiko keguguran.

Pada sesi pemaparan media, Prof. Silvia Werdhy Lestari turut menjelaskan bahwa infertilitas bukan hanya persoalan perempuan, tetapi juga melibatkan faktor laki-laki. Ia menyebut faktor pria dapat berkontribusi hingga 50 persen dalam kasus infertilitas pasangan.

Menurutnya, gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol, kurang tidur, stres, hingga paparan panas berlebih dapat memengaruhi kualitas sperma. Karena itu, pemeriksaan kesuburan pria sejak awal dinilai penting agar diagnosis dan terapi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Rangkaian acara ditutup dengan prosesi simbolis relaunching, sesi foto bersama, serta hospital tour ke area Klinik Yasmin Reproductive Cluster di lantai 4 RSCM Kencana.