Yayasan Jantung Indonesia (YJI) kembali menggelar Gebyar Jantung Sehat 2026 di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (12/7/2026) lalu.
Program tahunan ini diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan yang bersama-sama mengikuti senam massal, edukasi kesehatan, hingga pemeriksaan kesehatan gratis sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan jantung.
Pemilihan JIS sebagai lokasi acara menjadi simbol semangat Jakarta yang terus berkembang sebagai kota modern sekaligus bagian dari rangkaian Program Kerja YJI Cabang Provinsi DKI Jakarta 2026. Kegiatan ini juga menjadi salah satu agenda dalam menyambut peringatan lima abad Kota Jakarta.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, Annisa Pohan Yudhoyono, mengungkapkan fakta yang memprihatinkan berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Data tersebut menunjukkan bahwa kelompok usia produktif justru menjadi kelompok dengan jumlah penderita penyakit jantung terbanyak.
Tercatat sebanyak 140.206 orang berusia 25-34 tahun menderita penyakit jantung, sementara pada kelompok usia 15-24 tahun jumlahnya mencapai 139.891 orang.
"Ini bukan data biasa. Ini peringatan keras. Penyakit jantung sekarang mengintai anak-anak muda, saudara-saudara kita, bahkan mungkin anak-anak kita. Yang paling produktif, yang paling kreatif, yang menjadi tulang punggung keluarga dan bangsa, justru menjadi sasaran," tegas Annisa, dikutip dari keterangan resminya, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, salah satu faktor utama yang memicu kondisi tersebut adalah gaya hidup sedentari atau kebiasaan malas bergerak yang semakin umum terjadi, ditambah pola makan yang kurang sehat.
Ia pun menegaskan bahwa penyakit jantung tidak lagi mengenal usia maupun status sosial sehingga kebiasaan hidup sehat perlu dibangun sejak dini.
Baca Juga: Ketum YJI: Perempuan sebagai Garda Terdepan Kesehatan Jantung dan Agen Perubahan
Melalui Gebyar Jantung Sehat 2026, Yayasan Jantung Indonesia mengajak masyarakat untuk menjadi Agent of Change atau agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Annisa menjelaskan bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti membiasakan bangun pagi, rutin berjalan kaki, mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak, serta memperbanyak sayur dan buah.
Setelah mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat diharapkan menjadi teladan bagi keluarga, tetangga, hingga rekan kerja.
Selain itu, setiap individu juga diharapkan aktif menyebarkan informasi mengenai bahaya penyakit jantung yang kini dapat menyerang usia muda sekaligus pentingnya aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan jantung.

Dan, sebagai bagian dari kampanye hidup sehat, Yayasan Jantung Indonesia terus menggaungkan Panca Usaha Jantung S.E.H.A.T., yakni lima langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga kesehatan jantung.
Kelima langkah tersebut meliputi menyeimbangkan gizi dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah serta mengurangi makanan berlemak, menjauhi rokok dan paparan asapnya, mengelola stres dengan baik, rutin memantau tekanan darah, serta berolahraga secara teratur minimal 30 menit setiap hari.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai aktivitas dalam Gebyar Jantung Sehat 2026, mulai dari Senam Jantung Sehat, Lompat Tali Jantung Sehat, hingga Senam Hipheart.
Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin diketahui mampu memperkuat otot jantung, melancarkan sirkulasi darah, membantu menurunkan tekanan darah, serta menjaga berat badan tetap ideal.
Menutup sambutannya, Annisa mengingatkan bahwa menjaga kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang dimulai dari pilihan-pilihan sederhana setiap hari.
"Kesehatan adalah mahkota yang hanya terlihat oleh mereka yang sakit. Maka sebelum mahkota itu lepas, rawatlah dengan penuh kasih sayang. Jantung yang sehat bukan hanya anugerah, tapi juga pilihan. Dan pilihan itu ada di tangan kita masing-masing," pungkasnya.
Baca Juga: ‘Don’t Miss A Beat’, Seruan YJI di Hari Jantung Sedunia 2025