Miniso dikenal luas sebagai jaringan ritel gaya hidup yang menawarkan produk fungsional dengan desain sederhana dan harga terjangkau. Dalam waktu lebih dari satu dekade, brand asal China ini berhasil bertransformasi dari sebuah toko di Guangzhou menjadi pemain global dengan ribuan gerai yang tersebar di berbagai negara.
Pertumbuhan pesat Miniso ditopang oleh kombinasi strategi ekspansi agresif, pemanfaatan kolaborasi intellectual property (IP) populer, serta fokus kuat pada pengalaman belanja konsumen. Strategi tersebut menjadikan Miniso mampu membangun posisi kompetitif di tengah persaingan ritel global yang semakin ketat.
Awal Terbentuk dan Kepemimpinan
Miniso didirikan di Guangzhou, China, pada 2013 oleh Ye Guofu, yang juga dikenal sebagai Jack Ye dalam sejumlah publikasi internasional. Sebagai pendiri sekaligus CEO, Ye Guofu membangun Miniso dengan filosofi bahwa produk dengan desain baik tidak harus mahal.
Baca Juga: Miniso Land Central Park Mall: Gerai Miniso Terbesar dan Terlengkap di Dunia!
Gagasan ini lahir dari pengamatannya terhadap tren konsumsi global, khususnya di kalangan generasi muda yang menginginkan produk bergaya dengan harga bersahabat. Sejak awal, Miniso memfokuskan lini produknya pada kebutuhan sehari-hari, seperti perlengkapan rumah tangga, alat tulis, aksesori, mainan, hingga kosmetik.
Dalam strategi awal pengembangannya, Miniso mengusung konsep interest-driven consumption. Artinya, produk yang ditawarkan tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional, tetapi juga memicu ketertarikan emosional konsumen. Pendekatan ini menjadi salah satu fondasi penting Miniso dalam menjawab dinamika tren global.
Baca Juga: Miniso Pink Jadi Tempat Belanja Favorit Para Artis Berburu Kebutuhan Syuting, Ada Idolamu?
Pertumbuhan dan Ekspansi Pasar
Beberapa tahun setelah berdiri, Miniso mulai menapaki pasar internasional. Pada 2015, perusahaan resmi membuka toko di luar China dan memulai ekspansi global. Sejak saat itu, jaringan Miniso berkembang pesat, terutama di kawasan Asia, Eropa, dan Amerika.
Berdasarkan data internal perusahaan, hingga pertengahan 2025 Miniso telah hadir di 112 negara dan wilayah dengan lebih dari 7.600 toko. Skala distribusi ini mencerminkan posisi Miniso sebagai salah satu jaringan ritel gaya hidup terbesar di dunia.
Baca Juga: Salshabilla Adriani Ngaku Hobi Koleksi Barang Gemas dari Miniso Pink, Apa Kelebihannya?
Strategi ekspansi Miniso mencakup pembukaan toko flagship di lokasi strategis, seperti pusat perbelanjaan dan kawasan komersial utama di kota-kota besar dunia. Format toko dirancang bukan sekadar sebagai tempat transaksi, tetapi juga sebagai ruang pengalaman berbelanja yang menarik bagi konsumen.
Ekspansi tersebut terlihat dari kehadiran Miniso di kota-kota utama seperti Paris, Hong Kong, Kuala Lumpur, Hanoi, Bangkok, hingga pertumbuhan signifikan di Amerika Serikat.
Model Bisnis dan Strategi Produk
Model bisnis Miniso mengombinasikan operasi ritel langsung dengan sistem kemitraan atau franchise, terutama di pasar internasional. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan memperluas jaringan toko secara cepat dengan struktur investasi yang lebih fleksibel, sekaligus melibatkan mitra lokal dalam pengembangan pasar.
Salah satu pilar utama strategi Miniso adalah pemanfaatan hak kekayaan intelektual (IP). Hingga kini, Miniso telah bekerja sama dengan lebih dari 150 IP global, termasuk Disney, Sanrio, Barbie, dan Harry Potter. Produk kolaboratif ini menjadi daya tarik utama yang berhasil menyasar konsumen muda di berbagai negara.
Baca Juga: Meriahkan Grand Opening Miniso Pink, Fuji Ungkap Barang yang Wajib Dibawa untuk Syuting
Selain IP global, Miniso juga mengembangkan IP internal dengan menggandeng sejumlah kreator dan artis untuk menciptakan karakter serta koleksi eksklusif. Langkah ini menegaskan posisi Miniso bukan hanya sebagai pengecer, tetapi juga sebagai brand yang membangun narasi dan ekosistem di balik produknya.
Salah satu wujud strategi tersebut adalah kehadiran MINISO LAND, konsep toko berbasis pengalaman yang memadukan ritel dengan konten IP interaktif. Konsep ini bahkan mendapat pengakuan di MAPIC Awards 2025 sebagai konsep toko baru terbaik, menegaskan pergeseran Miniso menuju experiential retail.
Strategi Bisnis di Pasar Global
Dalam strategi jangka menengah hingga panjang, Miniso menargetkan perluasan jaringan toko sekaligus peningkatan kontribusi produk IP terhadap total penjualan. Perusahaan menargetkan lebih dari 50 persen nilai penjualan (GMV) berasal dari produk IP pada akhir dekade 2020-an.
Selain itu, Miniso juga menerapkan diversifikasi produk dan format toko untuk menjangkau segmen konsumen yang lebih luas. Di sejumlah pasar seperti Amerika Utara, strategi ini diperkuat melalui pembukaan toko khusus dan program keanggotaan guna meningkatkan loyalitas pelanggan.
Baca Juga: Miniso Hadir di Transmart Mal Kota Kasablanka, Siap Berburu Barang Gemas?
Dinamika Industri dan Tantangan
Di tengah pertumbuhan tersebut, Miniso juga menghadapi persaingan di luar lini ritel konvensional. Pada segmen mainan koleksi yang tengah digemari generasi muda, Miniso mengembangkan unit bisnis TOP TOY dengan karakter dan produk eksklusif.
Unit ini direncanakan untuk dipisahkan melalui penawaran umum saham (IPO) tersendiri di Hong Kong, sebagai upaya menarik investor yang fokus pada industri mainan dan hiburan. Langkah ini mencerminkan ambisi Miniso untuk memperluas jangkauan bisnisnya ke sektor yang lebih beragam.
Miniso dalam Peta Ritel Global
Perjalanan Miniso menunjukkan bagaimana sebuah brand ritel dapat berkembang pesat melalui pemahaman mendalam terhadap tren konsumsi global. Dari toko pertamanya di Guangzhou hingga ribuan gerai di berbagai negara, Miniso terus beradaptasi melalui desain produk, kolaborasi IP, dan format toko berbasis pengalaman.
Fokus pada produk terjangkau dengan sentuhan karakter populer membuat Miniso tetap relevan di tengah persaingan ritel yang semakin ketat. Dengan ekspansi internasional yang masih berlanjut dan strategi IP yang terus diperkuat, Miniso menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain utama ritel gaya hidup di tingkat global.