Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bali melalui Dinas Perhubungan telah memberikan kepercayaan kepada TransTRACK selaku perusahaan teknologi (tech enabler) untuk mengimplementasikan perangkat Global Positioning System (GPS) pada 244 kendaraan Angkutan Trans Siswa di wilayah kerja Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bali. Pemasangan GPS tersebut merupakan bagian dari Program Ayo Selamat Sekolah yang mengintegrasikan teknologi pemantauan kendaraan dengan penguatan kesiapan dan kedisiplinan pengemudi, sebagai bagian dari persiapan teknis operasional Angkutan Trans Siswa pada tahun ajaran baru. Program ini melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tabanan, serta pihak terkait lainnya.
Saat ini, GPS TransTRACK telah terpasang di sebanyak 244 kendaraan Angkutan Trans Siswa, melayani 103 trayek yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Tabanan. Layanan transportasi gratis tersebut diperuntukkan bagi pelajar SD dan SMP guna mendukung akses transportasi pendidikan yang aman dan terjangkau. Perangkat GPS yang dipasang TransTRACK terhubung langsung dengan pusat kendali Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan. Sistem tersebut memungkinkan lokasi kendaraan, riwayat perjalanan, dan kepatuhan terhadap rute dipantau secara akurat dari jarak jauh.
Baca Juga: Tiyo Ardianto Ngaku Mobilnya Dipasangi GPS Tracker, Istana: Kuno, yang Masang Amatiran!
Melalui pemantauan secara real-time, Dinas Perhubungan dapat memastikan setiap kendaraan beroperasi sesuai trayek resmi yang telah ditentukan. Data perjalanan juga dapat digunakan sebagai bahan pengawasan dan evaluasi untuk meningkatkan kedisiplinan pengemudi, mencegah penyimpangan atau pemotongan rute, serta memperkuat transparansi layanan.
"Keselamatan transportasi, khususnya bagi pelajar, merupakan tanggung jawab bersama yang perlu didukung melalui pemanfaatan teknologi. Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mengadopsi solusi telematika sebagai bagian dari upaya membangun sistem transportasi sekolah yang lebih aman, transparan, dan modern. Dengan visibilitas armada secara real-time, pengelolaan operasional dapat dilakukan secara lebih optimal sekaligus meningkatkan rasa aman bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Founder & CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, dikutip Senin (27/7/2026).
“GPS memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap aktivitas kendaraan di lapangan sehingga pengawasan dapat dilakukan berdasarkan data perjalanan yang akurat. Ketika teknologi ini dipadukan dengan pemeriksaan kesehatan, tes NAPZA, dan edukasi keselamatan, kita dapat membangun perlindungan yang lebih menyeluruh bagi pelajar maupun pengemudi,” lanjut Anggia.
Pemasangan GPS di Kabupaten Tabanan juga mencerminkan pendekatan TransTRACK yang lebih luas dalam meningkatkan keselamatan operasional kendaraan. Selain menyediakan teknologi GPS untuk memantau lokasi dan perjalanan kendaraan, TransTRACK juga memiliki Driver Monitoring System berbasis AI yang dirancang untuk membantu mendeteksi perilaku berkendara berisiko, termasuk indikasi kelelahan dan distraksi pengemudi.
Menurut Anggia, penggunaan teknologi pemantauan kendaraan harus memberikan dampak nyata terhadap keselamatan dan disiplin operasional. Lebih lanjut, Anggia berharap implementasi perangkat telematika pada Angkutan Trans Siswa Kabupaten Tabanan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.
“Data GPS perlu diterjemahkan menjadi langkah pengawasan dan evaluasi yang konkret. Tujuan akhirnya adalah membantu pengemudi bekerja dengan lebih disiplin, mendukung pemerintah mengambil keputusan berbasis data, serta memastikan setiap pelajar dapat mencapai tujuannya dengan selamat,” tutup Anggia.
Selain pemasangan GPS, sebanyak 244 pengemudi menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes NAPZA serta mengikuti sosialisasi keselamatan berlalu lintas. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen TransTRACK dalam membantu mengurangi risiko kecelakaan melalui penguatan keselamatan pengemudi. Faktor manusia, seperti kelelahan, hilangnya konsentrasi, perilaku berkendara yang tidak aman, serta ketidakpatuhan terhadap rute dan prosedur operasional, masih menjadi salah satu faktor yang kerap berkontribusi terhadap kecelakaan lalu lintas di Indonesia.