PDI-Perjuangan mengkritik gaya komunikasi pemerintah di tengah tekanan dan gejolak ekonomi yang kian memprihatinkan menyusul anjloknya nilai tukar rupiah yang sudah menyentuh Rp17.900 per dolar AS.
Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira mengatakan, komunikasi publik pemerintah sekarang ini sama sekali tidak efektif. Alih-alih menenangkan masyarakat, gaya komunikasi pemerintah justru bikin masyarakat semakin risau.
Baca Juga: Polemik Film Pesta Babi: Jangan Menghakimi Mama Yasinta Moiwend
Imbasnya sentimen negatif terhadap pemerintah menjadi tidak terbendung. Seluruh kebijakan pemerintah menjadi sasaran amuk masyarakat di media sosial.
Bagi Andreas gejolak ekonomi yang terjadi sekarang tidak hanya mempengaruhi daya beli masyarakat, tetapi anjloknya nilai tukar rupiah sekarang ini turut mengguncang psikologi masyarakat. Jadi pemerintah seharusnya memberi pernyataan yang menenangkan, bukan sebaliknya.
“Situasi sekarang membutuhkan komunikasi yang mampu menenangkan masyarakat, bukan justru memancing reaksi negatif. Yang dibutuhkan rakyat adalah kepastian dan empati,” kata Andreas dilansir Minggu (31/5/2026).
Tak hanya komunikasi publik yang amburadul, pemerintah juga disebutnya tak peka terhadap respons masyarakat sekarang ini. Kemarahan publik yang tumpah ruah di ruang-ruang media sosial sekarang ini mesti dibaca sebagai sinyal bahwa masyarakat sedang menghadapi tekanan serius.
Namun sayangnya pemerintah kata Andreas sama sekali tak melakukan itu, justru sebaliknya pemerintah terus memberi pernyataan yang cenderung blunder yang bikin masyarakat semakin khawatir, contohnya adalah pernyataan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu yang mengatakan masyarakat desa tak butuh dolar.
“Ucapan seperti itu mudah memancing respons publik karena masyarakat merasakan sendiri dampaknya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa tim komunikasi pemerintah memegang peran krusial dalam mencegah munculnya spekulasi negatif di tengah masyarakat terkait aktivitas presiden di luar negeri.
"Sederhana saja, apa yang menjadi program pemerintah, apa yang harus dilakukan. Misalnya kayak presiden pergi, ini harus disampaikan ke publik," jelasnya.
PDIP berharap pemerintah segera melakukan evaluasi, baik dalam mengelola kebijakan maupun menyampaikan pesan kepada publik.
Baca Juga: Gonjang Ganjing Film Pesta Babi, Sakit Hati Mama Yasinta Moiwend Berujung Laporan Polisi
Di tengah tekanan ekonomi yang semakin terasa, komunikasi yang tepat dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.