Produsen teh legendaris Teh 2 Tang telah mencatat capaian gemilang setelah terjun ke industri minuman sejak tahun 1942.
Selama lebih dari delapan dekade, perusahaan ini mampu menghadapi berbagai tantangan industri yang terus berubah di mana kompetitor dari brand dan perusahaan baru terus bermunculan.
Baca Juga: Teh 2 Tang, Warisan Tradisi Keluarga yang Dirawat Selama 84 Tahun
Direktur Teh 2 Tang, James Kwee, yang merupakan generasi ketiga dari perusahaan keluarga ini mengatakan pihaknya telah mengambil sederet keputusan krusial untuk mempertahankan eksistensi Teh 2 Tang.
Salah satunya adalah menjaga resep-resep Teh 2 Tang yang diwarisi dua generasi pendahulu. Brand baru boleh saja datang dan pergi, tetapi Teh 2 Tang senantiasa menjaga kemurnian cita rasa.
"Saya selalu diajarkan oleh ayah saya untuk selalu menjaga resep-resep teh yang sudah ada sejak zaman dahulu awal perusahaan kami berdiri karena," kata James saat berbincang dengan Olenka.id di Yogyakarta, Jumat (3/7/2026).
Dengan merawat tradisi dan pakem warisan keluarga, James percaya Teh 2 Tang mampu mengimbangi permintaan dan perubahan pasar. Ramuan warisan itu memberi rasa yang berbeda yang menjadi ciri khas perusahan asal Tegal, Jawa Tengah itu.
"Dengan mempertahankan tradisi tradisional, perusahaan kami memiliki nilai tambah yaitu authenticity," ujarnya.
Meski masih menggunakan beberapa cara lama hasil penyesuaian dan modernisasi sistem bukan berarti Teh 2 Tang terpaku pada sistem kolot yang tidak bakal membawa mereka ke mana-mana. Teh 2 Tang, kata James, tetap membuka pintu menerima perubahan, mereka mampu mengeluarkan produk modern tanpa meninggalkan tradisi dan identitas Teh 2 Tang yang telah melekat puluhan tahun.
Baca Juga: Bisakah Minuman Manis Seperti Kopi dan Teh Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh?
"Selain itu, perusahaan teh 2 Tang tidak menutup kemungkinan untuk menciptakan produk-produk modern (instant) tanpa menghilangkan produk-produk tradisional yang sudah ada sejak generasi pertama pendiri teh 2 Tang," pungkasnya.