Di tengah situasi tersebut, istri Maulana Indraguna Sutowo ini justru melihat hal yang patut disyukuri, yakni keterbukaan anaknya untuk bercerita.
Ia menilai, kepercayaan itu tidak muncul secara instan, melainkan dibangun dari hubungan yang erat sejak lama.
“Aku alhamdulillahnya aku bonding banget sama anakku. Sehingga setiap kali dia kayak ada bencana apapun dalam hidupnya, termasuk bencana belum bikin PR atau ditegor guru, itu dia pasti cerita dan curhatnya sama aku,” ungkapnya.
Dian juga tidak menampik bahwa cara ia merespons cerita anak menjadi kunci penting dalam menjaga kedekatan tersebut.
Menurutnya, ia sendiri selalu mengedepankan empati sebelum solusi.
“Jadi, setiap kali dia cerita sama aku, berkeluh kesah, biasanya aku tuh akan empati dulu sama dia. Problem dia apa, aku coba pahami dulu kenapa dia sepanik ini, baru terus abis itu oke kita cari solusinya bareng-bareng ya,” pungkasnya.
Baca Juga: Dian Sastrowardoyo Soroti Pentingnya Etika Digital Sejak Dini di Era Kecerdasan Buatan