Pegiat Media Sosial Chusnul Chotimah turut menyoroti desas-desus yang menyebut Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad yang diutus untuk meminta Perry Warjiyo mundur dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI). Isu yang pertama kali digulirkan Bocor Alus Politik Tempo itu belakangan memang ramai disorot publik.
“Ada isu Raffi Ahmad disebut diduga jadi utusan 'Paksa' Perry Warjiyo mundur dari BI,” kata Chusnul Chotimah dilansir Olenka.id Selasa (11/8/2026).
Dia mengaku belum mengetahui secara jelas kebenaran isu tersebut, namun jika itu benar adanya, dia meminta Presiden Prabowo Subianto untuk kembali mengutus Raffi Ahmad untuk meminta Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatan Wakil Presiden RI.
“Saya ga tau itu benar atau tidak. Tapi kalau benar saya berharap suatu saat Raffi Ahmad juga jadi utusan "Paksa" Gibran mundur dari wapres,” tegasnya.
Isu pemecatan atau desakan Gibran mundur dari jabatannya belakangan sangat menyita atensi publik. Salah satu aktor utama yang mendorong isu tersebut adalah Denny Indrayana. Teranyar ia bahkan membuat sayembara berhadiah Rp100 juta untuk mencari ijazah SMA atau sederajat milik Gibran yang belakangan berpolemik.
"Sayembara Rp100 juta untuk Ijazah SMA Gibran. Siapapun yang bisa menunjukkan ijazah asli SMA atau sederajat Mas Gibran, akan saya beri hadiah 100 juta Rupiah," kata Denny.
Denny bahkan menantang Gibran untuk buka-bukaan terkait ijazah SMA miliknya, dia mengatakan jika ia mampu memamerkan ijazah tersebut, maka dirinya tidak bakal lagi mendesak putra Joko Widodo (Jokowi) itu untuk melepas jabatan Wapres. Sebaliknya jika Gibran tidak bisa menunjukan ijazahnya maka seharusnya ia dengan suka rela mundur dari kursi Wapres.
“Jika Mas Wapres bisa menunjukkan ijazah asli sma atau sederajat, saya berhenti meminta Gibran mundur. Sebaliknya, jika Mas Wapres tidak bisa tunjukkan, Gibran wajib legowo mundur," tutupnya.