Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons sindiran Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono yang memintanya membaca data sebelum mengomentari sesuatu, dimana sindiran pedas Menteri Trenggono itu dinyatakan secara terbuka di media sosial miliknya.
Purbaya tampak tak mempermasalahkan hal itu, dia dengan santai menanggapi sindiran tersebut.
Baca Juga: Apresiasi Inovasi UMKM Binaan BPDP, Menkeu Purbaya Dorong Hilirisasi Sawit
"Ah biar aja," ujar Purbaya dilansir Kamis (12/2/2025).
Dipertegas mengenai kemungkinan untuk duduk bareng Menteri Trenggono untuk membahas persoalan tersebut, Purbaya juga masih memberi response datar, dia bilang Menteri Trenggono adalah sahabatnya sehingga mereka bisa bertemu kapan saja jika sama-sama punya waktu luang.
"Ah gampang. Pak menteri kan sahabat saya juga, gampang," tuturnya.
Awal Mula Perdebatan
Perdebatan dua anak buah Presiden Presiden Prabowo Subianto itu bermula dari pernyataan Purbaya yang menyebut anggaran untuk Kementerian KKP yang belum bisa dicairkan sampai sekarang. Purbaya bahkan mengatakan KKP terkesan belum siap dengan proyek perbaikan kapal, padahal anggarannya telah diglontorkan.
"Memang belum. Tapi kan gini kalau anda punya rencana buat gudak kapal sekian ribu masa nunggu sampe ada dananya dulu. Kan ada dana depannya kan. Itu saja belum keliatan gerakan di depan," ungkapnya.
Purbaya mengatakan, telah menerima laporan dari pelaku industri galangan kapal nasional yang belum memperoleh pesanan dari KKP, padahal anggaran dari Kemenkeu telah disetujui dan dicairkan.
"Kenapa KKP belum ada order di sana? Kan kita mendorong pertumbuhan ekonomi. Uangnya sudah saya anggarin loh, rugi saya Pak, sudah ngutang, disalokasi, enggak dipakai," ujar Purbaya.
Pernyataan Purbaya langsung dibalas Sakti Wahyu Trenggono melalui instagram pribadinya @swtrenggono. Dia meminta Purbaya untuk mengecek kembali data yang diberikan oleh anak buahnya soal anggaran yang telah dikucurkan untuk KKP.
"Yth Menteri Keuangan, supaya anda faham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK, coba anda tanya dulu deh sama anak buah anda, bener gak itu uang kapal sudah di kucurkan?" Ujarnya.