Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa membongkar gaya Presiden Prabowo Subianto dalam memimpin rapat bersama jajaran kabinetnya.
Purbaya mengakui, Prabowo bukan tipe yang suka basa basi tak penting dan membung-buang waktu, kepala negara kata dia adalah tipe pemimpin yang efektif memanfaatkan waktu. Gaya seperti itu dirasa sangat cocok untuk dirinya. Purbaya mengaku mengagumi cara seperti ini, itu merupakan gaya pemimpin cerdas.
Baca Juga: Gaya Menkeu Purbaya Dorong Percepatan Belanja APBN
“Ini kan orang pintar. Saya diskusi dengan dia, nggak perlu 10 menit, 20 menit. Cuma bilang, Pak, itu uang banyak di sana. Saya jalan-jalanin ya, biar ekonomi jalan. Coba caranya gimana? Gini, gini, gini. Oke,” kata Purbaya dalam sebuah kesempatan dilansir Olenka.id Selasa (3/2/2026).
Purbaya mengatakan, selama menjabat bendahara negara, ia tak pernah berlama-lama mengikuti rapat atau diskusi bersama Prabowo, pertemuan mereka singkat tetapi efektif. Bahkan pertemuan terlama hanya berdurasi sekitar 10 menit saja.
Sebagai contoh, Purbaya ketika memutuskan blusukan ke kementerian dan lembaga lain di awal-awal masa jabatannya, agenda sepenting itu hanya diutarakannya dalam pertemuannya dengan Prabowo yang berlangsung sekitar 10 menit saja.
“Atau lagi, Pak, saya ingin keliling kementerian, lembaga, supaya mereka belanja. Jadi, 1 menit, 2 menit, dia cuma nanya itu habis itu. Diskusi sama beliau tuh, kalau yang penting, 5 menit, 10 menit udah selesai,” beber Purbaya.
Bahkan dalam mengambil sebuah kebijakan atau keputusan krusial, Purbaya dan Prabowo sama sekali tak butuh waktu berjam-jam apalagi berhari-hari untuk berdiskusi. Keputusan penting itu bisa mereka sepakati dalam pertemuan singkat yang kurang dari setengah jam.
“Pak, ini gini, akan begini, ini nggak, akan begini, ini gini, akan begini. Biar aja cepat. Selama ini, setahu saya, selama ini yang saya alami, bentuk yang penting-penting, 15 menit bisa putus kok,” ujarnya.
Itu sebabnya ketika seluruh kabinet dikumpulkan dalam satu pertemuan yang sama, Purbaya tampak lebih banyak diam dan mendengarkan sebab ia dan Prabowo sama-sama tahu memaksimalkan waktu, berbicara yang penting-penting saja, bukan sebaliknya.
“Habis itu yang lain-lain ngomong apa, saya diem aja. Nulis aja, belaga pintar, belaga rajin, nulis. Padahal saya ini, memorinya pendek. Kalau nggak tulis, lupa ntar. Karena banyak urusan kan,” ucapnya.
Baca Juga: Kisah Sang Ratu Kecantikan Merajut Martha Tilaar dari Garasi Sempit
“Tulis, biar nanti pas tetap di sana, ke teman-teman di keluarga, ada instruksi, ini, ini, ini. Jadi, satu, yang saya kerjakan, hanya menjalankan perintah Presiden,” pungkasnya.