Ramadan selalu menjadi momentum penting bagi pelaku usaha kuliner, khususnya sektor UMKM. Lonjakan konsumsi makanan dan minuman berbuka puasa membuka peluang bisnis yang besar, terutama pada kategori takjil yang didominasi menu manis dan minuman segar. Di tengah perubahan tren kuliner digital yang cepat, menu klasik seperti es teler tetap bertahan sebagai favorit masyarakat sekaligus menghadirkan ruang kreativitas bagi pelaku usaha.

Sejumlah riset tren konsumsi menunjukkan bahwa minuman berbasis es seperti es buah, kolak, hingga es campur masih menjadi pilihan utama saat berbuka. Kondisi ini menjadikan Ramadan sebagai periode strategis untuk meningkatkan pendapatan, namun juga menuntut pelaku usaha menjaga kualitas produk di tengah lonjakan permintaan.

Baca Juga: Program Ibu Juara Dairy Champ Berdayakan Ribuan Ibu Rumah Tangga Jadi Pelaku Usaha

Marketing Manager PT Etika Beverages Indonesia, Dodi Afandi, mengatakan bahwa Ramadan bukan hanya momen peningkatan transaksi, tetapi juga ujian konsistensi operasional bagi pelaku usaha kuliner.

“Di tengah lonjakan permintaan, pelaku usaha harus menjaga konsistensi kualitas agar kepercayaan konsumen tetap terjaga. UMKM membutuhkan dukungan yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga solusi untuk membantu menjaga kualitas dan efisiensi operasional, sehingga dapat memenuhi ekspektasi konsumen selama Ramadan,” ujarnya.

Baca Juga: Hadir di SIAL Interfood 2025, Dairy Champ Dorong Inovasi dan Pertumbuhan UMKM Kuliner

Melihat peluang tersebut, Dairy Champ menghadirkan pendekatan kolaboratif melalui pengembangan resep bersama chef profesional. Menyambut Ramadan tahun ini, perusahaan berkolaborasi dengan Chef Martin Praja untuk memperkenalkan menu inovatif “Es Teler Milky Pudding Juara”.

Kreasi ini mengadaptasi es teler sebagai menu klasik dengan sentuhan modern tanpa menghilangkan karakter rasa autentiknya, sekaligus dirancang agar praktis diterapkan oleh pelaku UMKM maupun pengguna rumahan.

Chef Martin Praja menilai es teler memiliki posisi kuat sebagai takjil favorit karena perpaduan rasa segar, manis, dan creamy yang sesuai dengan selera masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Sambut Ramadhan, Dairy Champ Hadirkan Sederet Menu Berbuka Puasa

“Untuk menghasilkan rasa yang autentik dan konsisten, pemilihan bahan baku berkualitas dan stabil sangat penting. Dairy Champ dapat menghadirkan rasa yang lebih konsisten, creamy, dan seimbang, sehingga hasil akhir mudah dikontrol baik untuk kebutuhan rumahan maupun produksi UMKM selama Ramadan,” jelasnya.

Perspektif serupa disampaikan oleh Najla Bisyir, influencer sekaligus pemilik bisnis kuliner Bittersweet by Najla. Ia menuturkan bahwa Ramadan menjadi periode paling menantang dalam menjaga standar kualitas di tengah peningkatan pesanan.

“Tantangan bagi kami adalah menjaga rasa tetap konsisten saat terjadi lonjakan permintaan. Konsumen kini semakin kritis, terutama di era layanan pesan-antar dan ulasan digital. Sedikit perubahan rasa bisa berdampak pada persepsi konsumen. Karena itu konsistensi rasa dan standar produksi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan,” ungkapnya.

Baca Juga: Champ Resto Indonesia Utamakan Food Safety melalui Sistem Digital dan Pengawasan Ketat, Seperti Apa?

Sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing UMKM, Dairy Champ juga membagikan resep kreasi tersebut melalui kanal digital serta menggelar program partisipatif bertajuk Dairy Champ Ramadan Recook Competition. 

Kompetisi yang berlangsung 11 Februari hingga 15 Maret 2026 ini mengajak masyarakat berkreasi dengan bahan kental manis dan susu evaporasi, dengan hadiah utama bagi tiga pemenang serta sejumlah hadiah hiburan bagi peserta terpilih.

Melalui inisiatif tersebut, perusahaan menegaskan perannya sebagai mitra strategis bagi pelaku usaha kuliner, mulai dari menjaga efisiensi produksi hingga menghadirkan inspirasi inovasi menu. Adaptasi pada menu klasik seperti es teler menjadi contoh bagaimana tradisi kuliner Ramadan dapat tetap relevan sekaligus kompetitif di tengah dinamika tren pasar.