Selama belum ada bukti bahwa keputusan tersebut keliru, langkah berikutnya adalah menjalankannya. Jika ternyata tidak sesuai, kata Bezos, barulah keputusan tersebut ditinjau dan diperbaiki.

Dengan cara tersebut, jumlah keputusan harian secara bertahap dapat berkurang. Energi mental yang sebelumnya terserap untuk berbagai persoalan kecil pun dapat dialihkan untuk memikirkan keputusan yang lebih strategis.

Ketika keputusan-keputusan taktis sudah berubah menjadi proses dan kebiasaan, seseorang memiliki lebih banyak ruang untuk memikirkan persoalan yang berdampak besar.

Bagi pemimpin perusahaan, misalnya, energi tersebut dapat digunakan untuk menentukan apakah akan meluncurkan lini produk baru, membuka lokasi baru, atau mengubah arah bisnis dalam beberapa bulan maupun tahun mendatang.

Prinsip yang sama juga dapat diterapkan dalam kehidupan pribadi. Seseorang dapat menggunakan energi mentalnya untuk memikirkan arah kesehatan, pendidikan, hubungan, maupun berbagai aspek kehidupan lain yang ingin dikembangkan.

Mengambil lebih sedikit keputusan bukan berarti menjadi pasif atau berhenti mengevaluasi. Justru, keputusan yang jumlahnya sedikit dapat ditinjau secara berkala untuk memastikan masih relevan dan memberikan hasil yang diharapkan.

Baca Juga: 10 Nasihat Jeff Bezos untuk Pebisnis, dari Strategi hingga Keberanian Mengambil Risiko