Growthmates, jika menjalankan usaha kecil, seseorang bisa merasa harus mengambil puluhan keputusan setiap hari. Mulai dari menentukan apakah harus mengorbankan kualitas demi mengejar tenggat pengiriman, menanggapi keluhan pelanggan, hingga menegur karyawan yang menunjukkan perilaku bermasalah.
Belum lagi berbagai keputusan pribadi yang muncul sepanjang hari. Namun, menurut Jeff Bezos, tidak semua hal tersebut seharusnya menjadi keputusan yang perlu dipikirkan berulang kali.
Dikatakan Bezos, banyak 'keputusan' sebenarnya sudah memiliki jawaban yang jelas. Masalah kualitas perlu diperbaiki, keluhan pelanggan perlu ditanggapi, dan persoalan perilaku karyawan perlu segera diatasi.
Hal serupa berlaku dalam kehidupan pribadi. Menekan tombol snooze selama sembilan menit belum tentu membuat tubuh lebih segar. Di sinilah proses dan rutinitas memiliki peran penting. Aturan tidak selalu membatasi seseorang. Justru, aturan dapat membebaskan karena mengurangi kebutuhan untuk terus-menerus mengambil keputusan.
Ketika sebuah tindakan telah menjadi kebiasaan, seseorang tidak lagi membutuhkan banyak energi mental untuk menentukan apa yang harus dilakukan. Alih-alih menghabiskan tenaga untuk memilih, ia cukup menjalankan rutinitas yang telah dibuat.
Jeff Bezos meyakini bahwa seseorang tidak perlu mengambil sebanyak mungkin keputusan setiap hari. Yang lebih penting adalah memastikan keputusan yang diambil memiliki kualitas tinggi.
“Anda perlu berpikir untuk jangka waktu dua atau tiga tahun ke depan; jika Anda melakukannya, mengapa saya harus mengambil seratus keputusan hari ini? Jika saya mengambil tiga keputusan yang tepat dalam sehari, itu sudah cukup, asalkan keputusan-keputusan tersebut memiliki kualitas terbaik yang bisa saya hasilkan. Warren Buffett mengatakan bahwa ia sudah merasa cukup jika berhasil membuat tiga keputusan tepat dalam setahun, dan saya sangat meyakini hal itu," ungkap Bezos, dikutip dari Fast Company.
Memang terdapat perbedaan besar antara tiga keputusan tepat dalam sehari dan tiga keputusan tepat dalam setahun. Namun, perbedaan tersebut berkaitan dengan skala tanggung jawab dan jenis keputusan yang harus dihadapi.
Ketika membangun perusahaan rintisan atau memulai sesuatu dari nol, berbagai keputusan memang tidak bisa dihindari. Infrastruktur, branding, strategi penetapan harga, hingga pemasaran masih harus ditentukan.
Pada tahap awal, seseorang perlu mengambil banyak keputusan untuk membangun fondasi. Namun, setelah keputusan dibuat, hal tersebut tidak perlu terus dipertanyakan setiap hari.
Baca Juga: Rahasia Sukses Jeff Bezos Membangun Amazon, Ini 6 Pelajaran Bisnis yang Patut Ditiru
Selama belum ada bukti bahwa keputusan tersebut keliru, langkah berikutnya adalah menjalankannya. Jika ternyata tidak sesuai, kata Bezos, barulah keputusan tersebut ditinjau dan diperbaiki.
Dengan cara tersebut, jumlah keputusan harian secara bertahap dapat berkurang. Energi mental yang sebelumnya terserap untuk berbagai persoalan kecil pun dapat dialihkan untuk memikirkan keputusan yang lebih strategis.
Ketika keputusan-keputusan taktis sudah berubah menjadi proses dan kebiasaan, seseorang memiliki lebih banyak ruang untuk memikirkan persoalan yang berdampak besar.
Bagi pemimpin perusahaan, misalnya, energi tersebut dapat digunakan untuk menentukan apakah akan meluncurkan lini produk baru, membuka lokasi baru, atau mengubah arah bisnis dalam beberapa bulan maupun tahun mendatang.
Prinsip yang sama juga dapat diterapkan dalam kehidupan pribadi. Seseorang dapat menggunakan energi mentalnya untuk memikirkan arah kesehatan, pendidikan, hubungan, maupun berbagai aspek kehidupan lain yang ingin dikembangkan.
Mengambil lebih sedikit keputusan bukan berarti menjadi pasif atau berhenti mengevaluasi. Justru, keputusan yang jumlahnya sedikit dapat ditinjau secara berkala untuk memastikan masih relevan dan memberikan hasil yang diharapkan.
Baca Juga: 10 Nasihat Jeff Bezos untuk Pebisnis, dari Strategi hingga Keberanian Mengambil Risiko