Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pembangunan hunian layak untuk masyarakat yang bermukim di bantaran rel kereta api di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat. Presiden mengintegrasikan hal itu setelah beberapa hari sebelumnya ia bluskan dan melihat langsung kondisi di permukiman kumuh itu.
Kepala Negara telah menyampaikan hal itu kepada pihak KAI selaku pemilik lahan dan Kementerian Pekerjaaan Umum untuk segera mengebut proyek hunian layak bagi masyarakat di kawasan itu.
Baca Juga: Ketika Prabowo Tak Berjarak dengan Masyarakat Pinggir Rel Kawasan Senen Jakpus
"Presiden Prabowo langsung memerintahkan Menteri Perumahan melalui telepon karena sedang di Toba (diwakili Sekjen Menteri), Menteri Pekerjaan Umum, Dirut Perumnas dan KAI (Kereta Api Indonesia) serta beberapa pejabat terkait untuk membangun rumah hunian bagi warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta api," kata Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya Sabtu (28/3/2026).
Setelah Prabowo memerintahkan hal itu, tim langsung bergerak menyusun persiapan pembangunan hunian itu. Proyek ini dipastikan segera dikebut dalam waktu dekat.
"Hari ini juga tim sudah bergerak untuk menyiapkan proses pembangunan hunian baru yang letaknya tidak jauh dari kawasan asli tinggal mereka," ucap Teddy.
Adapun Prabowo mendadak blusukan ke permukiman di bantaran rel kereta api di kawasan Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (26/3/2026). Ia melihat langsung kondisi masyarakat yang hidup dalam keterbatasan fasilitas. Mayoritas warga setempat juga mengeluhkan kondisi hunian mereka yang apa adanya.
"Menurut penyampaian warga, mereka sudah tinggal puluhan tahun di pinggir rel dengan hunian serta atap terbatas. Dan Bapak Presiden ingin agar warga tersebut dapat dibuatkan tempat tinggal dan MCK yang layak untuk ditempati sesegera mungkin," jelas Teddy.
Lebih dari sekadar relokasi, kebijakan ini dirancang dengan pendekatan kemanusiaan dan memastikan bahwa warga tetap dekat dengan lingkungan sosial dan sumber penghidupan mereka.
Pemerintah ingin perubahan ini tidak hanya menghadirkan tempat tinggal yang lebih aman, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Di tengah hiruk-pikuk kota, keputusan cepat ini menjadi pesan bahwa negara hadir, mendengar, dan bertindak.
Bukti Kehadiran Negara
Aksi blusukan presiden mendapat beragam tanggapan, banyak pihak yang memuji langkah tersebut, salah satunya adalah Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang. Dia mengatakan apa yang dilakukan merupakan bukti kehadiran negara bagi rakyatnya kendati Prabowo sendiri kerap diserang pihak tertentu.
"Melihat video ini nano-nano banget rasanya, bahkan saya jadi lebay karena air mata saya mengalir, tidak bisa diajak kompromi," ujar Nanik melalui Instagram pribadinya @nanik_deyang.
Baca Juga: APBN Tangguh Bukan Jaminan Selamatkan Indonesia dari Krisis Energi
"Presiden yang diolok-olok tidak pernah memahami dan mengerti keadaan rakyatnya, di suasana Lebaran ini akhirnya menjadi presiden pertama yang menyusuri rel kereta api di daerah Senen, Jakarta Pusat, di mana hari- hari rakyat di sana tinggal di kawasan kumuh, dan anak- anak mereka senantiasa dalam bahaya karena kereta api setiap beberapa menit sekali lewat," tambahnya.
Deyang mengaku ikut terharu dan bahagia ketika melihat kebahagian warga bantaran rel yang sangat senang melihat kehadiran Prabowo di tempat itu.
"Dengar suara rakyat bawah yang berkata ‘MasyaAllah, seumur hidup baru ada presiden yang ke sini’ saya seperti ikut merasakan kebahagiaan rakyat yang tidak menduga dihampiri dan akan disolusikan hidup mereka oleh presidennya," tuturnya.
Terlebih, Presiden Prabowo juga menyambut baik aspirasi yang disampaikan masyarakat untuk menyediakan hunian layak dalam waktu secepat mungkin.
“Pak Presiden menjanjikan ingin segera membuatkan hunian bagi masyarakat yang sejak puluhan tahun senantiasa tinggal di kawasan kumuh tersebut,” ungkapnya.