Di tengah perubahan cepat industri kesehatan, sosok Weitarsa Hendarto menjadi salah satu tokoh penting di balik strategi PT Combiphar.

Berbekal pengalaman panjang di bidang pemasaran dan bisnis global, ia dikenal sebagai pemimpin yang menjunjung profesionalitas, tangguh menghadapi berbagai tantangan, serta konsisten menjaga arah pertumbuhan perusahaan di tengah situasi yang tidak menentu.

Perjalanan kariernya yang melintasi berbagai perusahaan multinasional turut membentuk perspektif global yang kuat dalam melihat peluang dan risiko bisnis.

Tak hanya fokus pada ekspansi, ia juga menempatkan keberlanjutan dan ketersediaan produk sebagai prioritas utama bagi masyarakat.

Dan, dikutip dari berbagai sumber, Kamis (23/4/2026), berikut Olenka ulas profil singkat Weitarsa Hendarto yang menarik untuk disimak.

Latar Belakang Pendidikan

Dari sisi akademik, Weitarsa Hendarto memiliki bekal pendidikan yang kuat. Dikutip dari website resmi Combiphar, ia meraih gelar BA dari Universitas Katolik Parahyangan.

Tidak berhenti di sana, ia juga memperoleh ASEAN Postgraduate Scholarship untuk melanjutkan studi MBA di Nanyang Technological University, Singapura. Pendidikan tersebut menjadi pondasi penting dalam membangun perspektif global yang kemudian tercermin dalam perjalanan kariernya di berbagai perusahaan multinasional.

Di luar kiprah profesionalnya, informasi mengenai latar belakang keluarga Weitarsa tidak banyak dipublikasikan ke ruang publik. Ia dikenal sebagai sosok yang menjaga privasi kehidupan pribadinya, termasuk urusan keluarga.

Bahkan, ia tidak memiliki akun media sosial, mencerminkan pilihannya untuk tetap fokus pada profesionalitas dan perannya di dunia bisnis tanpa banyak terekspos secara personal di ranah digital.

Jejak Karier

Dikutip dari laman mmaglobal, Weitarsa Hendarto memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang pemasaran dan penjualan dengan cakupan regional hingga internasional.

Sebelum bergabung dengan Combiphar, ia berkarier di Coca-Cola Indonesia dan Coca-Cola Malaysia, dengan memegang berbagai posisi senior di bidang pemasaran.

Dalam peran terakhirnya di Coca-Cola, ia dipercaya memimpin Centre of Excellence untuk pasar Asia Pasifik yang berbasis di Kuala Lumpur.

Selain itu, ia juga pernah menangani berbagai merek di Procter & Gamble untuk wilayah Indonesia dan Australasia ASEAN India (AAI), dengan penugasan di Jakarta dan Singapura.

Pengalaman lintas negara dan lintas industri tersebut membentuk pendekatan strategisnya yang komprehensif, terutama dalam mengelola brand dan memperluas pasar.

Baca Juga: Profil Bernadette Ruth Irawati Setiady, Presiden Direktur Kalbe Farma

Peran Strategis di Combiphar

Saat ini, Weitarsa menjabat sebagai Direktur PT Combiphar dan Direktur PT Pharma Health Care.

Ia juga pernah mengemban peran sebagai Vice President di PT Combiphar Indonesia yang bertanggung jawab atas divisi Consumer Healthcare & Wellness serta International Business.

Di bawah kepemimpinannya, Combiphar terus memperluas jangkauan bisnisnya hingga lebih dari 20 negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Ekspansi ini menjadi bagian dari upaya membawa produk kesehatan Indonesia ke tingkat global.

Menghadapi Tantangan Global dengan Pengalaman

Dalam wawancaranya dengan Olenka, Weitarsa menuturkan bahwa tantangan geopolitik global menjadi ujian tersendiri bagi industri farmasi, termasuk Combiphar.

Weitarsa mengungkapkan bahwa gangguan rantai pasok menjadi salah satu dampak paling nyata.

“Ketidakpastian geopolitik akibat konflik di beberapa wilayah telah mengganggu rantai pasok bahan baku serta aktivitas produksi perusahaan,” katanya

Namun, ia menegaskan bahwa Combiphar bukanlah perusahaan yang asing terhadap krisis. Menurutnya, perusahaan telah melewati berbagai fase sulit, mulai dari krisis moneter 1998 hingga pandemi Covid-19.

“Kami telah melalui banyak tantangan selama 55 tahun. Mungkin bentuknya berbeda, selama era Covid, selama krisis ekonomi, dan saat ini situasinya belum pernah kita lihat sebelumnya,” jelasnya.

Sebagai langkah strategis, kata dia, perusahaan terus melakukan evaluasi dan memperkuat kolaborasi dengan mitra bisnis. Fokus utamanya adalah menjaga stabilitas rantai pasok agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Yang penting dan yang selalu kami upayakan adalah bagaimana kami dapat menjaga rantai pasokan, terlepas dari tantangan yang ada,” tegasnya.

Dan, di tengah berbagai tantangan, Weitarsa menekankan bahwa tujuan utama perusahaan tetap tidak berubah, yakni menghadirkan solusi kesehatan terbaik bagi masyarakat Indonesia.

“Secara garis besar, kami tetap berkomitmen untuk mempertahankan komitmen kami dalam memberikan solusi terbaik, dalam hal ini solusi kesehatan bagi rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga: Profil Veronica H Sisilia, Direktur Komersial InJourney dengan Pengalaman Lintas Industri