Direktur PT Combiphar, Weitarsa Hendarto mengatakan konflik geopolitik imbas perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang berkecamuk sekarang ini berimbas besar terhadap dunia usaha di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Hampir seluruh lini usaha terdampak termasuk industri  farmasi sebagaimana yang dialami PT Combiphar.

Salah satu dampak yang paling mengguncang dunia usaha adalah terhambatnya rantai pasok yang sangat memengaruhi keberlangsungan produksi. Gejolak geopolitik yang tak pernah diprediksi kebanyakan dunia usaha itu jelas punya efek kejut luar biasa. Para pelaku usaha dipaksa putar otak memitigasi dampak yang gejolak yang terjadi.

Baca Juga: Mengintip Rute Penerbangan Jamaah Haji di Tengah Perang Iran-AS dan Israel

“Nah, mengenai kondisi yang hari ini, ini adalah satu tantangan yang kita nggak pernah lihat sebelumnya waktu memulai tahun 2026 ini, sejujurnya,” kata Weitarsa Hendarto dilansir Olenka.id Kamis (23/4/2026). 

PT Combiphar kata Weitarsa tentu saja tak mau pasrah pada keadaan, pihaknya sedang mencari jalan keluar untuk menghadapi gejolak global yang terjadi sekarang ini. 

Mereka berusaha sekuat tenaga memitigasi dampak yang jauh lebih dahsyat, salah satu langkah yang dilakukan Combiphar adalah memastikan kesinambungan produk-produk utama mereka.  

“Langkah-langkah yang kita sudah lakukan dalam hal ini adalah memastikan beberapa hal, bekerja sama dengan customer kita, artinya pasokan suplai, lalu juga dengan supplier dan vendor untuk bisa menjaga kesinambungan produk-produk kita, terutama produk-produk utama kita,” ujarnya. 

PT Combiphar bukan perseroan kemarin sore, perusahaan  farmasi legendaris itu  pernah dihadapkan pada tantangan-tantangan yang jauh lebih berat seperti krisis moneter pada 1997/1998 hingga bencana Covid-19 yang mengguncang dunia sekitar enam tahun lalu.

Kendati dihantam berkali-kali namun perasaan itu tetap kokoh berdiri, mereka selalu punya cara menemukan jalan keluar dari masalah global yang membelit bahkan perseroan mampu menggembangkan usahanya hingga ke tiga benua seperti di Asia, Afrika dan Amerika Latin. 

“Tapi, ini tentunya kita sedang melakukan evaluasi. Pasti ada dampak, pasti akan ada. Saya kira ini nggak akan luput untuk industri tertentu ataupun negara tertentu,” ujarnya. 

Baca Juga: Menelusuri Jejak JK dalam Perjalanan Karier Politik Jokowi

“Assessment-assessment ini yang sedang kita lakukan. Tapi tentunya dari sisi perusahaan, kita akan berusaha untuk bisa menangani situasi meskipun ini situasi yang tidak terduga. Kita sudah melalui banyak tantangan, ya, sebetulnya selama 55 tahun,” tambahnya memungkasi.