Benjie Yap merupakan eksekutif asal Filipina yang menjabat sebagai President Director Unilever Indonesia sejak Januari 2024, menggantikan Ira Noviarti.
Ia diangkat melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 19 Desember 2023 dan resmi memimpin perusahaan mulai awal tahun 2024.
Penunjukan ini menjadi kelanjutan perjalanan panjang Benjie Yap yang telah berkarier lebih dari dua dekade di Unilever dengan pengalaman di berbagai negara Asia Tenggara.
Berawal dari posisi management trainee, ia berkembang hingga menjadi pemimpin perusahaan dengan pengalaman lintas bidang, mulai dari manufaktur hingga pemasaran.
Lantas, seperti apa sosok Benjie Yap lebih dekat? Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (26/2/2 026), berikut Olenka ulas profil singkatnya.
Latar Belakang Pribadi
Benjie Yap merupakan warga negara Filipina yang berhasil meniti karier dari posisi management trainee hingga menjadi Country CEO di Unilever.
Meski riwayat kariernya cukup banyak dibahas, informasi mengenai tanggal lahir maupun kehidupan keluarganya tidak banyak dipublikasikan dalam pengumuman resmi perusahaan maupun artikel profil yang tersedia.
Sosok Benjie Yap lebih dikenal melalui kiprah profesional dan kepemimpinannya di dunia bisnis dibandingkan kehidupan pribadinya.
Jejak Pendidikan
Dikutip dari LinkedIn pribadinya,Benjie Yap menempuh pendidikan menengah di Chiang Kai Shek College pada periode 1980–1986. Setelah itu, ia melanjutkan studi di De La Salle University pada 1990–1994 dengan mengambil jurusan Industrial Engineering serta minor Mechanical Engineering.
Dikutip dari laman resmi Unilever, Benjie Yap merupakan salah satu alumni terbaik De La Salle University dan meraih gelar Bachelor of Science di bidang Industrial Engineering.
Selama masa kuliah, ia aktif berorganisasi dan pernah menjabat sebagai Presiden Industrial Management Engineering Society, yang menunjukkan minat kepemimpinan sejak usia muda.
Sebagai bagian dari pengembangan kepemimpinan global, Benjie Yap juga mengikuti program pendidikan eksekutif di Harvard Business School pada tahun 2023 dengan fokus pada kepemimpinan bisnis global.
Selain berkarier di dunia korporasi, ia juga berkontribusi di bidang pendidikan sebagai anggota Board of Advisors College of Engineering De La Salle University.
Perjalanan Karier di Unilever
Dikutip dari LinkedIn pribadinya, Benjie Yap memulai karier profesionalnya di Unilever Filipina pada tahun 1994 sebagai Technical Management Trainee.
Pada tahap awal kariernya, ia memperoleh pengalaman di berbagai bidang teknis seperti manufaktur, engineering, riset dan pengembangan (R&D), serta pengembangan kemasan.
Dikutip dari laman resmi Unilever, tugas awalnya mencakup manufaktur, teknik, riset dan pengembangan, serta pengembangan kemasan yang membentuk pemahaman menyeluruh terhadap proses bisnis perusahaan.
Pada akhir 1990-an, Benjie memperoleh pengalaman internasional sebagai Product Development Manager di Port Sunlight, Inggris, salah satu pusat inovasi global Unilever. Penugasan ini memperluas wawasan teknis sekaligus memperkuat perspektif bisnis globalnya.
Pada tahun 2001, ia beralih dari bidang teknis ke pemasaran dengan menjabat sebagai Marketing Director Home Care di Unilever Filipina. Perubahan jalur karier ini menjadi titik penting yang membuka jalan menuju posisi kepemimpinan bisnis yang lebih luas.
Selanjutnya, ia dipercaya memimpin berbagai unit bisnis strategis, termasuk sebagai Managing Director Foods, Vice President Home Care and Foods, serta Vice President Customer Development di Filipina.
Pada tahun 2009, Benjie Yap mendapatkan penugasan regional sebagai Vice President Home Care Unilever Thailand yang berbasis di Bangkok. Pengalaman lintas negara tersebut memperkuat kompetensinya dalam memimpin organisasi multinasional.
Tonggak penting dalam perjalanan karier Benjie Yap terjadi pada tahun 2017 ketika ia ditunjuk sebagai Executive Vice President sekaligus CEO Unilever Filipina.
Selama sekitar tujuh tahun masa kepemimpinannya, ia memimpin operasional perusahaan di salah satu pasar terbesar Unilever di Asia Tenggara.
Pada periode 2022–2023, ia juga memegang tanggung jawab tambahan sebagai General Manager Beauty & Wellbeing Asia Tenggara, memperluas perannya ke tingkat regional.
Pada tahun 2023, Benjie Yap mengikuti program pendidikan eksekutif di Harvard Business School dengan fokus pada Leading Global Business, sebagai bagian dari pengembangan kepemimpinan global.
Dan, sejak Januari 2024, Benjie Yap menjabat sebagai President Director dan General Manager Home Care Unilever Indonesia, berbasis di Jakarta. Posisi ini menempatkannya sebagai pimpinan tertinggi Unilever Indonesia sekaligus penanggung jawab bisnis Home Care di salah satu pasar terbesar Unilever di dunia.
Baca Juga: 24 Jam Bersama dengan Unilever
Kiprah dan Prestasi
Selain berkarier di dunia korporasi, Benjie Yap juga tetap aktif mendukung dunia pendidikan.
Masih dikutip dari LinkedIn pribadinya, saat ini menjadi anggota Board of Advisors College of Engineering De La Salle University, almamaternya sendiri.
Kemudian, dikutip dari Tirto, Benjie Yap pun tercatat pernah menerima sejumlah penghargaan, antara lain IABC CEO Excel Award (2007) dan AGORA Outstanding Achievement Award for Marketing Management (2015). Ia juga tercatat sebagai anggota Globe Business Council sejak 2021.
Gaya Kepemimpinan Benjie Yap
Benjie Yap dikenal sebagai pemimpin yang menempatkan karyawan sebagai bagian penting dari organisasi.
Di lingkungan kerja, Benjie mendorong budaya kantor yang terbuka tanpa sekat dan membangun hubungan yang dekat dengan karyawan. Pendekatan tersebut mencerminkan gaya kepemimpinan yang mengedepankan kebersamaan dan nilai kekeluargaan yang selaras dengan budaya kerja di Indonesia.
Benjie Yap juga dikenal sebagai pemimpin yang menggabungkan pendekatan teknis dengan strategi bisnis. Pengalamannya yang luas membuatnya memahami bisnis dari hulu ke hilir, mulai dari pengembangan produk hingga pemasaran.
Sementara itu, dikutip dari CNBC Indonesia, prinsip kepemimpinan Benjie Yap berlandaskan konsep Winning with Purpose, yaitu mengembangkan bisnis sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia mendorong transformasi produk Unilever menjadi merek-merek yang memiliki tujuan sosial yang lebih luas.
Sejak memimpin Unilever Indonesia, Benjie menekankan pentingnya pertumbuhan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
"Saya optimis dan semangat untuk bekerja dengan tim di Unilever Indonesia yang luar biasa untuk bersama-sama mencapai kinerja lebih kuat yang didorong oleh pertumbuhan yang konsisten, menguntungkan, kompetitif, dan bertanggung jawab," ungkapnya, dikutip dari Tirto.
Ia juga menegaskan bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi Unilever dan memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
Kinerja Unilever di Bawah Kepemimpinan Benjie Yap
Terbaru, di bawah kepemimpinan Benjie Yap, Unilever Indonesia menunjukkan kinerja yang membaik meskipun perusahaan masih menjalani proses transformasi bisnis.
Sepanjang tahun 2025, Unilever Indonesia mencatat penjualan bersih dari operasi yang masih berjalan sebesar Rp31,9 triliun dengan laba bersih mencapai Rp3,5 triliun.
Kinerja tersebut tidak lagi memasukkan kontribusi dari bisnis es krim dan merek teh Sariwangi yang telah dilepas sebelumnya. Penjualan bersih pun tumbuh 4,3% secara tahunan, sementara laba bersih meningkat 21,8%.
Benjie Yap mengayakan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari strategi transformasi yang dijalankan perusahaan.
“Hasil kinerja kami sepanjang tahun menunjukkan bahwa momentum pemulihan yang telah kami bangun terus menguat. Langkah-langkah disiplin dan perubahan struktural yang kami terapkan telah memberikan dampak yang berkelanjutan,” tuturnya, dikutip dari Markereers.
Benjie memaparkan, transformasi yang dilakukan Unilever mencakup penajaman portofolio produk, peningkatan efisiensi biaya, serta penguatan distribusi melalui kanal tradisional dan digital.
Dari sisi profitabilitas, perusahaan mencatat margin laba sebelum pajak sebesar 14,1% dan arus kas bebas sebesar Rp4,9 triliun dengan posisi keuangan tetap kuat tanpa utang.
Sejumlah merek utama seperti Pepsodent, Bango, Royco, Sunlight, dan Rinso tetap menjadi penggerak utama bisnis dengan kontribusi sekitar 75% terhadap total penjualan.
Memasuki tahun 2026, manajemen memperkirakan kinerja kuartal pertama akan dipengaruhi oleh perubahan waktu Idul Fitri, namun dampaknya diperkirakan bersifat sementara.
“Kami memulai 2026 dengan keyakinan pada fondasi yang telah kami bangun dan fokus yang jelas untuk memberikan dampak,” tutup Benjie Yap.
Baca Juga: Rekam Jejak Hendri Widiarta Sang Direktur Baru Unilever Indonesia