Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi sedang menjadi sorotan publik dalam satu dua hari belakangan ini setelah usulannya memindahkan gerbong khusus wanita yang awalnya berada di ujung rangkaian kereta supaya dipindahkan ke tengah. 

Gegara usulan itu Arifatul Choiri Fauzi langsung menjadi bulan-bulanan masyarakat pengguna media sosial, dia dinilai tidak sedang mencari solusi tapi hanya ingin mengganti tumbal jika kecelakaan kereta api sebagaimana yang terjadi di stasiun Bekasi Timur kembali terjadi, itu bukan usulan yang cerdas. 

Baca Juga: Jangan Absurd! Menggeser Gerbong Wanita ke Tengah Tak Menjamin Keselamatan Kereta Api

Kekian Arifatul Choiri Fauzi telah meminta maaf secara terbuka dan mengakui kekeliruan pernyataannya tersebut. 

Terlepas dari pernyataan kontroversial itu, harus diakui bahwa Arifatul Choiri Fauzi memang menjadi salah satu tokoh perempuan yang punya pengaruh besar sampai dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk duduk di dalam Kabinet Merah Putih. 

Arifatul Choiri Fauzi menjadi salah satu dari beberapa menteri non partai politik. Ia berasal dari kalangan profesional yang diyakini punya kemampuan mengurus masalah perempuan dan anak.

Kendati tidak terlibat langsung dalam partai politik tertentu namun wanita kelahiran Madura pada 28 Juli 1969 memang sejak lama telah aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan khususnya Nahdlatul Ulama (NU). 

Sepak terjangnya di NU telah dimulai sejak 1989, selama berorganisasi ia sempat menduduki sejumlah posisi penting di NU. Arifatul Choiri Fauzi tercatat sempat menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tak hanya di NU, Arifatul Choiri Fauzi juga meninggalkan rekam jejak di beberapa organisasi besar lainnya seperti Majelis Ulama Indonesia serta Majelis Alimat Indonesia, dan terlibat dalam Gerakan Nasional Anti Korupsi yang diinisiasi bersama NU dan Muhammadiyah.

Arifatul Choiri Fauzi tak hanya berkutat dalam dunia organisasi kemasyarakatan, wajah pernah menghiasi beberapa acara religi di stasiun televisi nasional.

Arifatul juga pernah memproduksi sejumlah program televisi, di antaranya “Syair Dzikir” di Televisi Pendidikan Indonesia dan “Hikmah Pagi” di Televisi Republik Indonesia. 

Sementara di sektor usaha dan sosial, ia tercatat sebagai Direktur PT Arzast Media Utama dan PT Rimang Hayu Malini, serta aktif dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk kerja sama Muslimat NU dengan Kementerian Desa. 

Pada 2024, Arifatul juga sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilihan Presiden 2024. Pengalaman tersebut memperkuat kiprahnya di tingkat nasional hingga akhirnya dipercaya mengemban jabatan sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Riwayat Pendidikan

Catatan mengenai pendidikan formal Arifatul Choiri Fauzi memang tidak terpublikasi secara lengkap, namun yang jelas ia diketahui menempuh pendidikan menengah di Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah As Syafiiyah Jatiwaringin, Jakarta.

Dari Jakarta ia kemudian pindah ke Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikannya di Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Negeri Yogyakarta yang kini dikenal sebagai Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Baca Juga: Profil Bobby Rasyidin, Dirut KAI yang Sedang Jadi Sorotan

Arifatul Choiri Fauzi adal tipe perempuan yang sangat peduli dengan pendidikan, gelar Magister Komunikasi dari Universitas Indonesia dan beasiswa dari Ford Foundation untuk mendukung studinya merupakan bukti yang tak terbantahkan.