Nama Antonius Widodo Mulyono dikenal luas di industri perbankan nasional sebagai sosok profesional yang tumbuh dan berkembang seiring dinamika serta transformasi sektor keuangan Indonesia.
Berbekal pengalaman lebih dari tiga dekade, ia menapaki jenjang karier secara konsisten hingga akhirnya dipercaya menduduki posisi strategis di PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
Lantas, seperti apa sosok Antonius Widodo Mulyono lebih dekat? Berikut ulasan Olenka mengenai profil singkatnya, yang dirangkum dari berbagai sumber pada Senin (12/1/2026).
Latar Belakang
Dikutip dari laman resmi BCA, Antonius Widodo Mulyono merupakan pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah, pada tanggal 22 Juli 1963.
Informasi mengenai latar belakang orang tua dan keluarga Antonius Widodo Mulyono tidak banyak diketahui publik. Ia dikenal sebagai figur yang menjaga kehidupan pribadinya tetap tertutup, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan keluarga.
Meski tercatat memiliki akun media sosial Instagram, akun tersebut bersifat privat dan hanya dapat diakses oleh kalangan terbatas. Sikap ini memperkuat kesan bahwa ia memilih membatasi eksposur personal dan lebih menempatkan profesionalisme sebagai wajah utamanya di ruang publik.
Penunjukan sebagai Direktur BCA
Antonius Widodo Mulyono diangkat sebagai Direktur BCA melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2022. Penunjukan tersebut memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 22 April 2022, dengan masa jabatan hingga ditutupnya RUPS Tahunan 2026.
Tugas dan Tanggung Jawab
Dikutip dari laman resmi BCA, Antonius Widodo Mulyono menjabat sebagai Direktur BCA yang bertanggung jawab atas Manajemen Risiko serta Corporate Communication & Social Responsibility. Peran ini menempatkannya pada posisi kunci dalam menjaga keberlanjutan bisnis, reputasi perusahaan, serta penguatan kontribusi sosial BCA kepada masyarakat.
Antonius Widodo Mulyono juga tercatat tidak memiliki hubungan keuangan, kepemilikan saham, maupun hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi lainnya, ataupun pemegang saham pengendali BCA. Ia juga tidak memiliki rangkap jabatan di perusahaan atau lembaga lain, sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang berlaku.
Riwayat Pendidikan, Sertifikasi, dan Pengembangan Diri
Masih dikutip dari laman resmi BCA, Antonius Widodo Mulyono menempuh pendidikan formal di Jurusan Ekonomi Manajemen Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bergelar sarjana, serta mengenyam Program Magister Manajemen UGM Yogyakarta dengan gelar magister.
Kemudian, dalam rangka memperkuat kompetensi profesionalnya, Antonius Widodo Mulyono secara konsisten mengikuti berbagai sertifikasi dan program pengembangan, termasuk Risk Management Certification Refresher Program yang diselenggarakan oleh BARa dengan fokus pada Risk Forum: Digitalization of Risk Management.
Selain itu, ia juga pernah mengikuti Program Pemeliharaan Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 7 yang mengulas secara komprehensif optimalisasi pengawasan aktif Dewan Komisaris, khususnya dalam menghadapi tantangan era BANI (Brittle, Anxious, Non-Linear, and Incomprehensible) yang menuntut ketajaman analisis, ketangguhan, dan adaptabilitas tinggi dalam pengambilan keputusan.
Perjalanan Karier
Sebelum diangkat sebagai Direktur BCA melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2022, Antonius Widodo Mulyono telah menorehkan perjalanan panjang di industri perbankan nasional selama lebih dari tiga dekade.
Dikutip dari laman UGM, ia memulai kariernya di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pada tahun 1987 sebagai staf. Seiring waktu, ia menapaki jenjang karier secara bertahap hingga dipercaya menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Kepala Kantor Cabang BCA Yogyakarta dan Malang, Kepala Kantor Wilayah Bali, hingga Kepala Kantor Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, sebelum akhirnya menjabat sebagai Kepala Divisi Bisnis Komersial dan Small Medium Enterprise (SME) BCA.
Memasuki periode 2014–2015, Antonius Widodo Mulyono memperluas pengalamannya ke sektor asuransi dengan menjabat sebagai Komisaris PT Asuransi Umum BCA (BCA Insurance). Setelah itu, pada 2015–2018, ia dipercaya mengemban peran sebagai Direktur Bisnis PT Bank DKI, memperkaya perspektif kepemimpinannya di luar lingkungan BCA.
Kariernya kemudian berlanjut di industri asuransi jiwa, di mana sejak 2019 hingga 2022 ia menjabat sebagai Direktur PT Asuransi Jiwa BCA, bertanggung jawab atas pemasaran seluruh produk asuransi jiwa melalui berbagai saluran distribusi.
Rangkaian pengalaman lintas sektor perbankan dan asuransi tersebut membentuk fondasi kepemimpinan Antonius Widodo Mulyono yang kuat di bidang operasional, pengembangan bisnis, serta manajemen risiko. Berbekal rekam jejak tersebut, ia kemudian diangkat sebagai Direktur BCA pada 2022.
Di luar perannya di BCA, saat ini ia juga mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Komunikasi Ikatan Bankir Indonesia (IBI) periode 2023–2027.
Baca Juga: Mengenal Sosok Armand Wahyudi Hartono, Generasi Ketiga Pemilik Grup Djarum
Pengalaman dan Keahlian
Selama perjalanan kariernya, Antonius Widodo Mulyono menguasai berbagai bidang, mulai dari commercial & SME banking, retail banking, branch banking management, strategi pemasaran, hingga asuransi umum dan asuransi jiwa. Kombinasi keahlian ini menjadikannya figur yang adaptif terhadap perubahan industri keuangan.
Penghargaan dan Representasi Institusi
Hingga kini, Antonius Widodo Mulyono belum tercatat menerima penghargaan atas nama pribadi. Namun, pada September 2025, ia pernah mewakili BCA dalam menerima penghargaan dari OJK. Kepercayaan tersebut mencerminkan kontribusi dan perannya dalam program strategis perusahaan.
Berkat dedikasi BCA dalam edukasi keuangan, perseroan berhasil meraih empat penghargaan bergengsi dari OJK. Tiga di antaranya diperoleh dalam Financial Literacy Award 2025, sementara satu penghargaan diraih melalui KEJAR Award 2025. Prestasi ini mengukuhkan posisi BCA sebagai pelopor literasi dan inklusi keuangan nasional.
Antonius Widodo Mulyono menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi BCA untuk terus berinovasi dan menghadirkan program edukasi keuangan yang berdampak luas dan berkelanjutan.
Pesan dan Tips Sukses
Dikutip dari laman resmi UGM, Antonius Widodo Mulyono pernah membagikan pandangannya mengenai tips sukses dalam meniti karier. Menurutnya, growth mindset merupakan fondasi utama agar seseorang tetap adaptif dan resilien dalam menghadapi perubahan, termasuk saat ia harus melewati terpaan krisis ekonomi pada 1998 silam.
Ia juga menekankan pentingnya kemauan untuk terus belajar lintas generasi serta keberanian untuk bertanya kepada mereka yang lebih muda. Baginya, perkembangan zaman menuntut setiap individu, termasuk pemimpin senior, untuk tetap rendah hati dan terbuka.
Selain itu, kata dia, peningkatan emotional intelligence dinilai krusial agar seorang profesional mampu menerima masukan dan berkembang secara berkelanjutan.
Antonius Widodo Mulyono juga menyarankan agar setiap individu memiliki faktor pembeda yang dapat menjadi keunikan, menyusun action plan dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Timely), serta senantiasa menjunjung tinggi nilai integritas, etika, dan inklusivitas.
Ia juga mengingatkan bahwa pemimpin yang berhenti belajar berisiko terjebak dalam sikap arogansi.
“Yang namanya enhance learning agility, belajar terus-menerus, itu adalah sebuah keniscayaan bagi seorang pemimpin. Tidak pernah kemudian, sudah, setop saya di sini. Kalau sudah terjadi seperti itu, enggak humble lagi,” tegasnya.
Selain itu, dikutip dari Olenka, Antonius Widodo Mulyono juga menekankan bahwa generasi muda perlu menyadari bahwa hidup adalah sebuah perjuangan yang tidak selalu berjalan mulus. Menurutnya, realitas kehidupan kerap berkelok dan penuh tantangan, sehingga dibutuhkan keberanian dan daya juang untuk menaklukkannya.
“Kesadaran bahwa hidup adalah realita, kita harus memenangkan realita itu. Memang harus punya daya juang,” ujarnya.
Ia menambahkan, generasi muda tidak boleh mudah mengeluh atau bersikap manja dalam menghadapi tantangan. Sikap cengeng, menurutnya, justru akan menyulitkan seseorang untuk bertahan dan berkembang.
“Saya selalu bilang ke anak-anak saya, jangan jadi anak cengeng. Dalam hidup, yang dicita-citakan, yang diharapkan, yang kemudian menjadi kenyataan, itu enggak sampai lima persen. Terimalah bahwa ini adalah realita, dan kamu harus memenangkan itu,” pungkasnya.
Baca Juga: Petinggi BCA Bicara Soal Tiga Kunci Utama Jadi Pemimpin Masa Depan yang Hebat