Selain bahan utama, lanjut Prof. Rini, orang tua juga disarankan lebih teliti mengenali gula tambahan yang tercantum dalam daftar komposisi. Gula tambahan dapat ditulis dengan berbagai nama, seperti sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup jagung, maupun maltodekstrin.

“Kandungan tersebut berbeda dengan laktosa yang merupakan gula alami dalam susu. Meski demikian, jenis gula, letaknya dalam daftar komposisi, serta frekuensi konsumsi produk tetap perlu diperhatikan agar asupan gula anak tidak berlebihan,” paparnya,

Di samping daftar komposisi, informasi nilai gizi tetap menjadi bagian penting yang perlu dibaca. Tabel ini memberikan informasi mengenai kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral dalam setiap sajian.

Namun, Prof. Rini mengingatkan agar orang tua tidak membaca informasi nilai gizi secara terpisah dari daftar komposisi karena keduanya saling melengkapi dalam memberikan gambaran menyeluruh mengenai kualitas suatu produk.

Tak hanya itu, Prof. Rini juga mengingatkan bahwa paparan gula tambahan sejak usia dini perlu dikelola secara bijak.Selain meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas, kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman dengan rasa manis secara terus-menerus dapat membentuk preferensi rasa anak

“Anak yang terbiasa mengonsumsi makanan manis cenderung lebih sulit menerima makanan dengan rasa alami, seperti sayuran, buah-buahan, maupun sumber nutrisi sehat lainnya. Kondisi ini berpotensi memengaruhi pola makan hingga usia dewasa,” tegas Prof. Rini.

Terakhir, Prof. Rini juga menegaskan bahwa memilih produk nutrisi anak dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, yakni membaca daftar komposisi, memahami bahan utama, mencermati informasi nilai gizi, membatasi produk dengan gula tambahan yang tinggi, serta menyesuaikan pilihan dengan usia dan kebutuhan anak.

"Nutrisi terbaik bagi anak tetap perlu dibangun melalui variasi makanan, pola makan seimbang, dan lingkungan makan yang tepat," tegas Prof. Rini.

Ia juga mengingatkan bahwa Air Susu Ibu (ASI) tetap merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada awal kehidupan.

“Penggunaan produk nutrisi anak sebaiknya disesuaikan dengan usia dan kebutuhan masing-masing anak serta dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan jika diperlukan agar pemenuhan nutrisi berlangsung secara tepat, aman, dan mendukung tumbuh kembang yang optimal,” tandasnya.

Baca Juga: Cerita Denny Sumargo soal Memilih Susu Formula dan Gaya Parenting untuk Sang Putri