Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi meminta masyarakat untuk tidak lagi mempermasalahkan blunder fatal Prabowo dalam pidatonya di sidang tahunan bersama MPR dan DPR beberapa waktu lalu.
Prabowo menjadi bulan-bulanan masyarakat setelah ketahuan memaparkan data ngawur yang menyebut upah pengupas bawang tembus Rp700 per Kilogram.
Baca Juga: Prabowo Selalu Blunder Kalau Pidato: Jangan-jangan Masukan Bawahannya yang Ngaco?
Menurut Hasan Nasbi masyarakat tak seharusnya fokus pada kesalahan data itu, dalam pidato berdurasi dua jam itu Kepala Negara kata dia Prabowo membahas hal lain yang jauh lebih penting.
"Ya, satu kalimat, dua kalimat, tapi pikirkan substansi besar dan gagasan besar dari pidato Presiden. Sebaiknya seperti itu," kata Hasan Nasbi dilansir Kamis (20/8/2026).
Potongan video pidato kepala negara mengenai upah pengupas bawang itu masih viral di media sosial sampai sekarang. Masyarakat ramai-ramai melayangkan kritik keras, beberapa diantaranya bahkan meminta Prabowo mengevaluasi orang-orang disekitarnya yang dinilai telah menjebak dirinya dengan data-data ngawur.
Hasan Nasbi menyebut hal itu sebetulnya tak perlu dibesar-besarkan, tetapi sayang saat ini masyarakat lanjut Hasan justru menghadapi “penjajahan algoritma” yang bisa mengendalikan pikiran dan emosi.
"Karena sekarang kebanyakan kita, emosi kita, pikiran kita disetir oleh algoritma. Mungkin kita harus punya sebuah mekanisme, sistem dan peradaban untuk bisa merdeka dari pendiktean oleh algoritma ini," tutupnya.
Baca Juga: Kudeta Senyap Jokowi, Prabowo Hanya Dikasih Waktu Dua Tahun Saja, Terakhir Oktober 2026!
Ia menambahkan, diperlukan sistem dan mekanisme yang mampu membebaskan masyarakat dari dominasi algoritma agar tidak mudah dipengaruhi oleh potongan informasi yang menyesatkan.