Presiden Prabowo Subianto mengungkap besarnya biaya operasional yang selama ini ditanggung Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, konsolidasi dan penutupan ratusan BUMN telah menghasilkan penghematan yang signifikan, terutama dari berbagai biaya rutin yang sebelumnya terus membebani perusahaan pelat merah.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026), Prabowo menyebut penataan BUMN yang dilakukan Danantara Indonesia berhasil menghemat hingga Rp50 triliun setelah 250 BUMN ditutup, digabungkan, atau dikonsolidasikan.

"Mereka laporan, dengan ditutupnya 250 BUMN, overhead biaya rutin yang bisa diselamatkan adalah Rp50 triliun," ujar Prabowo.

Baca Juga: 700 BUMN Bakal Ditutup, Prabowo Bangga Negara Hemat hingga Rp80 Triliun

Kepala Negara menjelaskan, penghematan tersebut berasal dari berbagai pos pengeluaran operasional yang selama ini melekat pada setiap entitas BUMN. Mulai dari gaji direksi dan komisaris, biaya sewa gedung, listrik, transportasi, hingga pelaksanaan rapat kerja.

"Gaji direksi, gaji komisaris, sewa gedung, bayar listrik, bayar transport, bayar rapat kerja. Rp50 triliun," katanya.

Prabowo mengaku sempat terkejut ketika mengetahui jumlah BUMN di Indonesia mencapai 1.077 entitas. Angka tersebut jauh lebih besar dari perkiraannya yang hanya berkisar 300 hingga 350 perusahaan.

Menurutnya, membengkaknya jumlah BUMN tidak hanya berasal dari perusahaan induk, tetapi juga dari banyaknya anak perusahaan, cucu perusahaan, hingga cicit perusahaan yang terbentuk selama bertahun-tahun.

Karena itu, pemerintah melalui Danantara Indonesia menjalankan program konsolidasi besar-besaran untuk merampingkan struktur BUMN agar lebih efisien dan produktif.

Baca Juga: Prabowo Klaim RI Punya Sistem Perlindungan Sosial Terkuat di Dunia: 74 Juta Orang Dapat MBG, We Are Rich!

Prabowo mengapresiasi kinerja jajaran Danantara yang dalam 18 bulan pertama berhasil menutup dan menggabungkan 250 BUMN. Ia bahkan menargetkan jumlah BUMN dapat ditekan menjadi maksimal 350 entitas pada akhir 2026.

"Dari 1.077 BUMN akan maksimal 350. Berarti di akhir 2026 mungkin sekitar 700 BUMN yang akan kita tutup, kita merger, kita konsolidasikan," ujarnya.

Jika target tersebut tercapai, pemerintah memperkirakan nilai penghematan yang dihasilkan akan semakin besar. Prabowo menyebut efisiensi anggaran berpotensi mendekati Rp70 triliun hingga Rp80 triliun per tahun.

Baca Juga: Prabowo Akui soal Korupsi di MBG: Ada Pribadi yang Mau Cari Kekayaan

Langkah konsolidasi ini menjadi bagian dari transformasi BUMN yang tengah dijalankan pemerintah untuk menciptakan perusahaan negara yang lebih ramping, sehat, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi perekonomian nasional.