Eks Bendahara Umum Partai Golkar Anas Urbaningrum jengkel dengan pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang dinilai tak bisa menjaga sikapnya ketika mengeluarkan pernyataan soal pembayaran utang kereta cepat Whoosh.

Dimana Purbaya mengatakan pembayaran utang tersebut dilakukan dengan cara dicicil selama 80 tahun, Purbaya mengatakan itu seraya bercanda. 

Baca Juga: Catat Janji Pak Purbaya Nih: Cicilan Kopdes Dijamin Nggak Bakal Gagal Bayar!

Anas memberi peringatan keras agar Purbaya tak bercanda soal utang negara yang pikul seluruh warga Indonesia. Ke depannya ia harus menjaga sikapnya sebagai bendahara negara. Masalah utang tidak bisa dianggap enteng. 

“Ini urusan penting. Soal utang yang musti ditanggung negara, dipikul oleh rakyat. Sama sekali tidak bisa dianggap enteng. Kurang patut direspons dengan gaya guyonan. Sebab perihal ini sama sekali bukanlah bahan candaan,” kata Anas dilansir Olenka.id Jumat (11/9/2026). 

Anas menyarankan supaya Purbaya lebih disiplin lagi menjaga sikapnya di hadapan publik, kesalahan kecil yang ia bikin bisa bikin publik semakin tidak percaya kepada pemerintah, ia kembali menekankan agar masalah utang negara tak boleh menjadi lelucon.

“Maaf, Pak Menteri. Saran: disiplin dalam pernyataan adalah pilihan yang sesuai dengan kedudukan dan tugas Menkeu. Apalagi beban utang masih sampai 80 tahun lagi. Sekadar saran,”tandasnya. 

Pernyataan Purbaya tersebut disampaikan saat wawancara dengan jurnalis di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

Mulanya, Purbaya mengungkap utang Kereta Cepat Whoosh bakal dicicil 80 tahun. Tiap tahun Rp1 triliun.

“Berarti kan total utang besar, tapi di-stretch 80 tahun sudah direstrukturisasi,” kata Purbaya.

Dia menjelaskan, tenor cicilan sebenarnya ada yang cicilan per tahunnya sebenarnya ada yang tinggi dan rendah.

“Cicilannya Rp1 triliun atau sedikit di bawah Rp1 triliun dari tahun ke tahun. Ada yang tinggi, ada yang rendah, tapi kalau kita lihat, 'oh masih bisa lah',” terangnya.

Baca Juga: Nggak Peduli Lewat Cara Halal Atau Haram, Jokowi Bakal Terus Ngejar Kekuasaan, Berhenti Kalau Sudah Makan Tanah!

Namun yang pasti, masa 80 tahun, menurutnya bisa saja dirinya sudah mati sebelum lunas.

“(Tenor cicilan) 80 tahun saya dengar kemarin, makanya hebat juga tuh. Iya kita sudah mati, santai saja," imbuh Purbaya