Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Prasetyo Hadi membantah jika Ketua Umum partainya Prabowo Subianto tidak melakukan lobi-lobi politik kepada Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait manuver Partai Demokrat yang mendukung Pilkada lewat DPRD.
Menurutnya, dukungan Partai Demokrat merupakan keputusan internal dan tidak ada upaya persuasi dari Kapala Negara atau elite Gerindra.
Baca Juga: 67,1 Persen Pemilih Prabowo Ogah Pilkada Lewat DPRD
Baca Juga: Demokrat Mendadak Dukung Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD, Prabowo Sudah Lobi SBY?
"Tidak ada pertemuan antara Pak Prabowo dan Pak SBY," ujarnya kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Lebih lanjut, ia menegaskan jika partainya tidak mencampuri keputusan partai laing. Sebab, menurutnya setiap partai politik mempunyai mekanisme sendiri dalam menentukan sikap.
Menurutnya lagi, perubahan sikap Demokrat didasarkan pada pertimbangan rasional dan kajian panjang.
"Kami menghormati pandangan masing-masing partai. Keputusan seperti ini pasti melalui kajian," tambahnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron menyatakan partainya sejalan dengan Presiden Prabowo Subianto dalam membuka opsi pilkada melalui DPRD. Menurut Demokrat, Undang-Undang Dasar 1945 memberikan kewenangan kepada pembentuk undang-undang untuk mengatur mekanisme pemilihan kepala daerah.
Demokrat menilai pilkada langsung maupun tidak langsung sama-sama sah dalam sistem demokrasi Indonesia. Namun, pembahasan kebijakan tersebut harus dilakukan secara terbuka, demokratis, dan melibatkan partisipasi publik.
Saat ini, Demokrat bergabung dengan Gerindra, Golkar, PAN, Nasdem, dan PKB yang mendukung wacana pilkada melalui DPRD. Sementara itu, PDI Perjuangan masih menyatakan penolakan karena menilai skema tersebut berpotensi mengurangi kualitas demokrasi.