Definisi skin goals bagi perempuan terus berevolusi sejalan dengan meningkatnya kesadaran dalam menjaga kesehatan kulit. Data survei Indonesia Consumer Trend on Beauty Industry menunjukkan bahwa 84% perempuan Indonesia kini lebih menginginkan kulit sehat yang memancarkan glow alami dibandingkan sekadar kulit putih.

Menjawab kebutuhan akan kulit glowing alami tersebut, POND'S menghadirkan inovasi baru berbasis teknologi Niasorcinol™ dalam rangkaian produk POND'S Bright Miracle. Resmi diperkenalkan dalam gelaran Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXI Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI), teknologi Niasorcinol™ diklaim terbukti efektif membantu mengurangi penumpukan melanin.

Baca Juga: Gaungkan Effortless Confidence, JENNIE Resmi Jadi Global Ambassador untuk Koleksi Body Care Vaseline

Pakar genetika dan dermatologi asal Belanda, Prof. Maurice van Steensel, menjelaskan bahwa karakteristik biologis kulit Asia membutuhkan pendekatan perawatan yang berbeda. Pasalnya, kulit wajah perempuan Asia, termasuk Indonesia cenderung memiliki kandungan melanin yang lebih tinggi. 

Hal tersebut ia sampaikan dalam sesi ilmiah yang bertajuk “Asian Skin Biology & Aging: Genetics, Barrier Changes & Pathways to Prevention” yang digelar POND'S dalam rangkaian kegiatan PIT XXI PERDOSKI Yogyakarta 2026.

"Melanin-rich skin memang memberikan sejumlah keuntungan, seperti memperlambat tanda penuaan seperti garis halus atau kerutan. Namun, pada saat yang sama, aktivitas melanin yang lebih tinggi membuat kulit wajah perempuan Indonesia lebih mudah mengalami masalah pigmentasi seperti noda hitam, bekas jerawat dan warna kulit tidak merata," ungkap Prof. Maurice van Steensel.

Kondisi tersebut, lanjutnya, semakin diperburuk oleh agresor eksternal seperti paparan sinar UV dan polusi yang memicu stres oksidatif dan peradangan ringan pada kulit. Proses ini dapat mengganggu keseimbangan alami kulit serta memengaruhi berbagai proses biologis yang berperan dalam regenerasi kulit dan pembentukan pigmen. Seiring waktu, perubahan ini bisa membuat kulit kehilangan glow alaminya, menyebabkan warna kulit tampak tidak merata, serta menimbulkan masalah pigmentasi yang terlihat, termasuk noda hitam.

"Oleh karena itu, memahami mekanisme yang terjadi di balik proses ini menjadi sangat penting agar upaya pencegahan maupun perawatannya dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Head of R&D Beauty & Wellbeing Unilever Indonesia, Matthew Seal, M.Sc., mengungkapkan bahwa melalui inovasi itu pula, POND’S ingin memperkenalkan era baru 'Real Glow' di dunia skincare, yaitu kondisi kulit glowing yang didukung oleh teknologi yang membantu proses alami untuk menjadikan kulit wajah lebih bercahaya, merata, dan sehat dari dalam, bukan hanya di permukaan. 

Teknologi Niasorcinol™ ini hadir dilatarbelakangi oleh fakta ilmiah bahwa kulit memiliki mekanisme tersendiri untuk menjaga kualitasnya melalui proses self-repair atau autophagy, yaitu kemampuan alami untuk membersihkan dan memperbaiki komponen sel yang mengalami kerusakan. Proses ini membantu menjaga regenerasi kulit serta mengelola penumpukan melanin berlebih sebagai salah satu masalah utama yang dihadapi perempuan Indonesia.

"Kami percaya bahwa inovasi terbaik lahir dari perpaduan antara sains dan pemahaman yang tepat terhadap keunikan kebutuhan kulit perempuan Indonesia. Untuk itu, POND’S Skin Institute menghadirkan POND’S Bright Miracle dengan kandungan Niasorcinol™, teknologi brightening paling advanced yang telah dikembangkan melalui penelitian selama 15 tahun dan dipatenkan," ungkap Matthew, dikutip pada Jumat (7/8/2026).

Ia menambahkan, teknologi Niasorcinol™ terinspirasi dari kemampuan jellyfish atau ubur-ubur yang dikenal memiliki mekanisme self-repair yang luar biasa saat menghadapi berbagai agresor di sekitarnya, sama halnya seperti proses autophagy pada kulit manusia. Untuk itu, teknologi Niasorcinol™ menggabungkan Niacinamide (B3) + E-Resorcinol yang bekerja hingga lapisan kulit epidermis paling dalam. 

"Dengan kemampuan multi-pathway brightening, Niasorcinol™ tidak hanya membuat proses autophagy lebih efektif dalam membantu regenerasi kulit dan mengatasi penumpukan melanin, tetapi juga menghambat proses pembentukan dan perpindahan melanin," tambahnya.

Lebih lanjut, teknologi Niasorcinol™ dinilai terbukti secara uji in vitro mampu mengurangi melanin berlebih hingga 100 kali lipat. Melalui pengujian ilmiah tersebut, Niasorcinol™ juga terbukti jauh lebih unggul dibandingkan bahan pencerah lainnya, yakni mencerahkan 2,8X lebih tinggi dari Niacinamide, 50X lebih mencerahkan dari Hydroquinone, dan 500X lebih mencerahkan dari Kojic Acid.

Sementara itu, berdasarkan uji klinis dengan penggunaan rutin selama 8 minggu, hasilnya menunjukkan perubahan signifikan yang mulai terlihat sejak 3 hari pemakaian pertama, yaitu membantu mengurangi kulit kusam sebesar 20% dan noda hitam hingga 30%. Teknologi ini juga telah teruji secara dermatologi sesuai untuk berbagai jenis kulit.