2. Vitamin B6 dan Karbohidrat Meningkatkan Hormon Tidur
Vitamin B dan karbohidrat dalam pisang juga membantu tubuh memproses triptofan, yang dapat meningkatkan produksi hormon tidur lebih lanjut.
Mengonsumsi satu buah pisang matang berukuran sedang mengandung sekitar 0,4 miligram vitamin B6 (piridoksin), yang merupakan 25% dari kebutuhan harian vitamin B6. Vitamin B6 membantu tubuh mengubah triptofan menjadi serotonin, yang pada akhirnya juga dipecah menjadi melatonin.
Pisang juga mengandung sekitar 25 gram karbohidrat. Karbohidrat meningkatkan kadar glukosa darah dan memicu pelepasan lebih banyak insulin, yang memungkinkan lebih banyak triptofan mencapai otak.
Efek ini juga membantu meningkatkan produksi serotonin dan melatonin, yang sangat penting untuk tidur malam yang nyenyak.
3. Magnesium Bantu Tubuh Rileks
Selain triptofan, pisang juga mengandung magnesium, mineral yang berperan dalam membantu tubuh merasa lebih rileks dan mendukung kualitas tidur. Asupan magnesium yang rendah diketahui berkaitan dengan durasi tidur yang lebih pendek.
Magnesium membantu menenangkan saraf dan otot, sehingga tubuh dapat lebih rileks dan siap untuk beristirahat. Satu buah pisang matang dapat menyumbang sekitar 5% dari kebutuhan magnesium harian. Memang jumlah tersebut tidak cukup untuk membuat seseorang langsung mengantuk, tetapi tetap dapat menjadi bagian dari asupan magnesium sehari-hari.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa magnesium dapat mendukung produksi melatonin dan membantu menurunkan kadar kortisol atau hormon stres yang dapat membuat seseorang tetap terjaga. Karena itu, meski satu buah pisang saja tidak akan langsung membuatmu mengantuk, kandungan magnesium di dalamnya tetap dapat memberikan manfaat dalam mendukung kualitas tidur.