Dijelaskan Iskandar, inovasi tersebut turut mendorong pertumbuhan nilai pasar tokenisasi saham secara global.
Berdasarkan data InvestaX per Juni 2025, kapitalisasi pasar tokenisasi saham telah mencapai US$424 juta atau sekitar Rp7,1 triliun.
Meski demikian, lanjut Iskandar, angka ini masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan total kapitalisasi pasar saham global yang menyentuh US$134 triliun.
“Data dari Rwa.xyz bahkan memproyeksikan bahwa kapitalisasi pasar tokenisasi saham berpotensi melonjak hingga US$1,3 triliun pada 2030, atau tumbuh lebih dari 2.600 kali lipat dari kondisi saat ini,” ungkapnya.
Iskandar menambahkan, token xStocks menjadi salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan peserta untuk mengoptimalkan strategi trading selama kompetisi berlangsung.
“Token xStocks bisa menjadi salah satu pilihan bagi pengguna aplikasi PINTU dan peserta yang mengikuti Pintu Year-End Trading Competition 2025. Guna memaksimalkan strategi tradingnya, peserta bisa menggunakan fitur limit order, Auto DCA, Pintu Earn, dan price alert yang tersedia di aplikasi PINTU,” jelasnya.
Adapun, kompetisi Pintu Year-End Trading Competition 2025 sendiri telah berlangsung sejak 11 November 2025, sementara pendaftaran peserta masih dibuka hingga 30 November 2025.
Dikatakan Iskandar, periode kompetisi sendiri akan berlangsung sampai dengan 10 Desember 2025. Informasi lengkap mengenai mekanisme dan ketentuan kompetisi dapat diakses melalui laman resmi PINTU.
Terakhir, Iskandar pun menegaskan komitmen PINTU dalam menghadirkan ekosistem aset digital yang aman dan bertanggung jawab.
“Sebagai Perusahaan Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar resmi di Indonesia, kami berharap kompetisi ini dapat menjadi ruang eksplorasi bagi investor dan trader untuk mengasah strategi serta memaksimalkan kemampuan trading mereka, sekaligus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko,” tutupnya.
Baca Juga: Pengguna Baru PINTU Dongkrak Volume Trading Token DEX Hampir 500% di Kuartal III-2025