Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengajak masyarakat untuk mengawasi tata kelola ekspor satu pintu untuk sejumlah komoditas sumber daya alam (SDA) melalui PT Danantara Swasembada Indonesia (DSI).
Menurut Dony yang juga Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN ini, kebijakan yang mulai berlaku pada Juni hingga 31 Desember 2026, menjadi upaya pemerintah dalam memperbaiki tata kelola ekspor komoditas nasional sekaligus mencegah praktik yang berpotensi merugikan negara.
Baca Juga: Dukungan Pelaku Usaha untuk DSI dalam Menata Rantai Pasok Komoditas Nasional
"Untuk periode Juni sampai dengan 31 Desember bahwa DSI ini akan beroperasi sebagai perantara tunggal. Dan ini juga diamanatkan di dalam PP. Tugas kita adalah memastikan tidak terjadi underinvoicing dan juga transfer pricing di dalam ekspor dari sumber daya alam yang kita miliki," ujarnya kepada wartawan, Senin (8/6/2026).
Lanjutnya, ia mengatakan jika seluruh proses pelaksanaan kebijakan akan dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Baca Juga: Danantara Seleksi Ketat SDM untuk Posisi Strategis di PT DSI, Ini Bocoran Donny Oskaria
"Tentu saja dalam pelaksanaannya kami akan melakukan secara transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya lagi.
Sambungnya, dengan menerapkan prinsip keterbukaan menjadi bagian dari komitmen Danantara dalam mengelola aset serta sumber daya strategis nasional.
"Dan semua masyarakat Indonesia juga nanti tentu akan dapat mengamati, mencermati, karena memang sudah komitmen daripada Danantara Indonesia untuk selalu melaksanakan pengelolaan Danantara secara transparan dan akuntabel," tambahnya.
Karena itu, pihaknya pun akan memastikan penerapan ekspor satu pintu tidak akan menggantu kontrak maupun aktivitas bisnis yang telah berjalan.
"Seluruh transaksi sumber daya alam kita itu dilakukan secara wajar dan transparan. Jadi untuk seluruh pengusaha dan juga masyarakat Indonesia tidak perlu ada yang dikhawatirkan, semua kontraknya berjalan dengan normal. Kami hanya memastikan sampai dengan nanti kita menemukan pola yang lebih baik setelah 31 Desember 2026," tukasnya.