Jahja melanjutkan, setiap orang perlu membiasakan diri melihat kehidupan sebagai sebuah perjalanan jangka panjang, bukan sekadar mengejar hasil instan.

Dengan cara berpikir seperti itu, kata dia, seseorang akan lebih bijaksana dalam menentukan langkah dan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.

"Itu yang penting, kita belajar mendalami suatu trendline dalam kehidupan. Kita dalam hidup harus melihat jangka pendek, menengah, atau panjang," kata Jahja.

Jahja menjelaskan bahwa mengejar hasil yang maksimal dalam waktu singkat memang memungkinkan.

Namun, strategi semacam itu sering kali tidak mampu dipertahankan dalam jangka panjang dan berisiko menimbulkan berbagai persoalan di kemudian hari.

"Nah kalau yang maksimal, biasanya bukan jangka panjang tuh. Mungkin setahun, dua tahun bisa. Tetapi setelah itu, kamu akan merasakan kesulitan-kesulitan atau turn around kepada yang negatif," tandasnya.

Baca Juga: Tak Harus Selalu Bahas Target, Jahja Setiaatmadja Ungkap Pentingnya Leader Bangun Kedekatan dengan Tim