Pertamina Patra Niaga terus mempercepat penanganan dampak gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain melakukan pemulihan sarana dan fasilitas energi, perusahaan juga memperkuat distribusi serta menyiapkan skema alih suplai untuk memastikan kebutuhan BBM dan LPG masyarakat tetap terpenuhi.
Hingga 16 Agustus 2026 kemarin, sebanyak enam Fuel Terminal (FT) di wilayah Flores masih beroperasi dan menjalankan kegiatan suplai serta distribusi energi. Sementara itu, tiga FT lainnya tengah mempersiapkan penyaluran sambil menunggu akses jalan yang terdampak longsor kembali normal.
Pemulihan juga terus dilakukan pada jaringan SPBU. Dari total 52 SPBU di wilayah Flores, sebanyak 35 SPBU kini telah kembali beroperasi. Jumlah tersebut bertambah tiga SPBU dibandingkan pembaruan sebelumnya.
Baca Juga: Jelang HUT ke-81 RI, Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional dari Posko NTT
Adapun 17 SPBU lainnya masih menjalani pemulihan secara bertahap. Sejumlah mitra dan tenaga operasional masih berkonsentrasi pada proses evakuasi serta pemulihan pascabencana. Beberapa lokasi juga masih menghadapi kendala listrik, jaringan komunikasi, maupun kerusakan sarana akibat gempa.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan distribusi energi tetap diupayakan melalui sejumlah jalur alternatif. Salah satunya dengan menyiapkan alih suplai dari FT Labuan Bajo, FT Bima, FT Ende, dan FT Maumere.
Dukungan transportasi laut juga disiapkan untuk memperkuat pasokan menuju wilayah yang akses jalannya masih terdampak bencana.
Baca Juga: BNPB Aktifkan Posko dan Fokus Evakuasi Korban Gempa NTT
“Keselamatan masyarakat, pekerja, dan keandalan penyaluran energi menjadi prioritas kami. Karena itu, pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memastikan setiap fasilitas yang akan dioperasikan telah melalui pengecekan dan memenuhi aspek keselamatan,” ujar Kitty kepada Olenka pada Senin (17/08/2026).
Di sisi lain, kondisi penyaluran LPG juga terus dipantau. Sebanyak lima agen LPG di wilayah Flores masih beroperasi dalam kondisi aman. Stok LPG secara umum juga masih tersedia di tingkat agen maupun outlet.
Berdasarkan pembaruan pada 16 Agustus 2026 pukul 10.19 WITA, sebanyak 20 tabung LPG telah tiba di Maumere untuk mendukung ketersediaan energi bagi masyarakat.
Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPH Migas, instansi terkait, mitra lembaga penyalur, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat proses pemulihan dan menjaga kelancaran distribusi energi.
Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan menggunakan BBM maupun LPG secara bijak sesuai kebutuhan. Informasi mengenai kondisi penyaluran energi dapat diperoleh melalui Pertamina Contact Center 135.
Pertamina turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menjadikan kanal resmi sebagai rujukan selama proses pemulihan berlangsung.