Perkembangan dunia estetika yang semakin dinamis membuat pendekatan personalisasi menjadi salah satu topik yang semakin mendapat perhatian.

Di tengah derasnya arus informasi dari media sosial dan tren kecantikan global, setiap individu kini memiliki kebutuhan kulit yang berbeda sehingga tidak lagi bisa mengandalkan solusi yang bersifat umum.

Dokter Aesthetic dan Anti-Aging sekaligus Founder Profira Clinic, dr. Fifin Marini, M. Biomed (AAM), menilai bahwa tren perawatan estetika saat ini menunjukkan perubahan perilaku pasien yang semakin aktif mencari informasi sebelum berkonsultasi dengan dokter.

Menurutnya, salah satu perawatan yang paling banyak diminati saat ini adalah skin booster.

"Untuk saat ini yang sedang tren dan paling banyak diminta pasien adalah skin booster. Pasien sekarang semakin banyak mendapatkan informasi. Kadang-kadang apa yang mereka butuhkan justru mereka ketahui bukan dari dokter, tetapi dari apa yang mereka baca di media sosial," papar dr. Fifin, saat acara Lorient Summit Symposium 2026 yang digelar di Sky Ballroom JHL Solitaire Gading Serpong, Tangerang, belui lama ini.

Lebih lanjut, dr. Fifin menyoroti pentingnya pembahasan mengenai personalized treatment yang menjadi salah satu tema dalam Lorient Summit.

Menurutnya, isu ini sangat relevan karena perkembangan dunia estetika berlangsung sangat cepat dan dipengaruhi oleh pertukaran informasi lintas negara yang nyaris tanpa batas.

"Memang dunia estetika sangat dinamis. Pergerakannya begitu cepat mengikuti kebutuhan pasien dan masyarakat. Informasi sekarang sangat tidak terbatas dari satu benua ke benua yang lain, sehingga apa yang dianggap baik di satu wilayah dapat dengan mudah menyebar ke wilayah lainnya," jelasnya.

Ia juga menilai bahwa Asia kini telah berkembang menjadi salah satu pusat perkembangan industri estetika dunia yang banyak menjadi rujukan bagi berbagai negara.

Dan, salah satu inovasi yang dinilai mendukung konsep personalized treatment adalah Lorient Elements. Menurut dr. Fifin, produk ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan kulit masing-masing individu.

"Seperti yang disebutkan, Lorient Elements bisa bersifat personalized, disesuaikan dengan problem dari masing-masing individu," katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa manfaat Lorient Elements tidak terbatas hanya untuk satu masalah kulit tertentu. Produk tersebut, kata dia, dapat digunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari meningkatkan kesehatan kulit hingga membantu proses anti-aging.

"Ternyata Lorient Elements tidak hanya untuk satu kasus atau satu masalah saja. Produk ini bisa digunakan untuk banyak faktor, seperti membuat kulit menjadi lebih sehat, lebih radiant, serta mendukung perawatan anti-aging sehingga dapat membantu mencegah progres penuaan," ungkapnya.

Baca Juga: Haju Medical Luncurkan Lorient Element di AMUSE 2026, Hadirkan Pakar Estetika Dunia Bahas Masa Depan Kesehatan Kulit

Kemudian, di tengah meningkatnya ekspektasi pasien terhadap hasil yang cepat sekaligus berkelanjutan, dr. Fifin menegaskan bahwa peran dokter tidak hanya sebagai pemberi tindakan, tetapi juga sebagai edukator.

Menurutnya, dokter harus mampu memberikan penjelasan yang realistis mengenai manfaat suatu tindakan tanpa memberikan janji yang berlebihan.

"Kita sebagai dokter harus memiliki judgement dan memberikan edukasi kepada pasien. Kita harus menjelaskan manfaat yang bisa mereka dapatkan. Kita juga tidak boleh over promise sehingga menciptakan ekspektasi yang berlebihan," tuturnya.

Ia menambahkan bahwa derasnya informasi yang beredar sering kali membuat pasien datang dengan permintaan yang belum tentu sesuai dengan kondisi kulit mereka.

"Kadang-kadang pasien meminta sesuatu yang tidak sesuai atau bahkan berlebihan. Di sinilah peran dokter untuk membantu memberikan pilihan yang paling tepat dan paling sesuai dengan kebutuhan pasien," lanjutnya.

Bagi dr. Fifin, keberhasilan sebuah perawatan estetika tidak hanya dinilai dari perubahan yang terlihat dalam waktu singkat, tetapi juga dari hasil jangka panjang yang mampu dipertahankan selama bertahun-tahun.

Ia menjelaskan bahwa indikator keberhasilan dapat dibagi menjadi dua, yakni hasil jangka pendek dan jangka panjang.

"Indikator keberhasilan sebetulnya ada dua macam. Yang pertama jangka pendek, misalnya hasil yang terlihat dalam satu, dua, atau tiga bulan. Tetapi ada juga keberhasilan jangka panjang," katanya.

Dengan pengalaman praktik lebih dari dua dekade, dr. Fifin mengaku dapat melihat langsung perjalanan kondisi kulit pasien dari tahun ke tahun.

"Saya sudah berpraktik sekitar 20 sampai 25 tahun. Jadi kita bisa melihat perjalanan pasien sejak puluhan tahun lalu sampai sekarang. Kalau kita bisa mempertahankan kondisi mereka tetap baik setelah melewati berbagai fase kehidupan dan pertambahan usia, itu sudah menjadi salah satu indikator bahwa kita berhasil membantu mereka merawat kulit dengan baik," jelasnya.

Terakhir, dr. Fifin berharap, berbagai forum ilmiah dan edukasi seperti Lorient Summit dapat terus mendorong peningkatan kualitas layanan estetika melalui kolaborasi antara inovasi produk, keterampilan dokter, dan perkembangan teknologi.

"Harapannya, kita bisa menyediakan layanan, produk, maupun kemampuan dokter yang sejalan dengan kemajuan teknologi sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan lebih baik," pungkasnya.

Baca Juga: Dokter Estetika Ungkap Ciri Filler Berkualitas, Tidak Mudah Bermigrasi dan Tetap Natural