Memasuki tahap akhir proyek perpanjangan peron di Jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor, KAI Properti turut berpartisipasi dalam kegiatan Joint Inspection yang dilaksanakan pada Rabu (1/7) sebagai bagian dari proses verifikasi akhir sebelum fasilitas tersebut mulai dioperasikan. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek infrastruktur, sistem pendukung, serta standar keselamatan telah memenuhi persyaratan keselamatan operasional.

Proyek perpanjangan peron ini merupakan bagian dari upaya mendukung operasional rangkaian KRL Commuter Line dengan formasi 12 kereta (SF12). Sebelumnya, panjang peron eksisting hanya mengakomodasi rangkaian 10 kereta (SF 10). Melalui proyek ini, peron jalur 6 dan 7 diperpanjang dari 201 meter menjadi 251 meter, sedangkan peron jalur 8 diperpanjang dari 204 meter menjadi 252 meter.

Baca Juga: 2028, Penumpang KRL Bisa Naik-Turun di Stasiun Gambir

"Tahap Joint Inspection menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh pekerjaan telah memenuhi standar keselamatan dan siap mendukung operasional. Kami berharap fasilitas ini segera dapat dioperasionalkan sehingga mampu meningkatkan kapasitas layanan, memperlancar mobilitas masyarakat, serta memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi pengguna Commuter Line," ujar Sekretaris Perusahaan KAI Properti, Agus Junaedi.

Saat ini, pekerjaan konstruksi telah memasuki tahap finalisasi. Berbagai pekerjaan utama seperti pembangunan struktur peron dan hall, pemasangan jalur rel, pekerjaan Listrik Aliran Atas (LAA), struktur baja, atap peron, hingga penyelesaian arsitektur telah diselesaikan. Tahap akhir difokuskan pada penyempurnaan fasilitas pendukung serta memastikan seluruh elemen infrastruktur siap digunakan sesuai standar yang berlaku. 

Dengan segera dioperasikannya peron baru Jalur 6, 7, dan 8, kapasitas pelayanan di Stasiun Bogor diharapkan semakin optimal dalam mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat. Kehadiran fasilitas ini juga menjadi bagian dari komitmen KAI Properti dalam mendukung pengembangan infrastruktur perkeretaapian yang modern, aman, dan berkelanjutan guna menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin baik bagi masyarakat.

"Kami berharap masyarakat dapat merasakan perjalanan yang lebih nyaman, kapasitas layanan yang semakin optimal, serta operasional perjalanan KRL yang semakin lancar setelah layanan di peron baru mulai beroperasi. KAI Properti akan terus mendukung pengembangan infrastruktur perkeretaapian yang memberikan nilai tambah bagi pelayanan kepada masyarakat," tutup Agus.