Sementara itu, Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen Shopee dalam mendukung pengembangan talenta digital hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

“Kolaborasi ini merupakan komitmen Shopee untuk mendukung pengembangan keterampilan digital di Indonesia, khususnya dalam menyiapkan talenta yang relevan dengan kebutuhan ekonomi digital saat ini. Melalui pelatihan Training of Trainers Shopee Affiliate, kami berharap para instruktur balai vokasi tidak hanya memahami praktik affiliate marketing secara komprehensif, tetapi juga mampu menjadi ujung tombak dalam menyebarkan pengetahuan tersebut kepada masyarakat di berbagai daerah,” kata Radynal.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee menargetkan dapat melatih 500 pengajar hingga akhir 2026.

Target ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pelatihan ke berbagai balai vokasi serta mempercepat peningkatan kapasitas instruktur di daerah.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2021, Kampus UMKM Shopee telah memberikan pendampingan kepada jutaan pelaku UMKM di Indonesia.

Hingga saat ini, program tersebut telah mencatat lebih dari 350.000 jam pelatihan dengan dukungan hampir 400 modul pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dan talenta digital.

Shopee Affiliate sendiri menjadi salah satu modul pelatihan yang kerap diperkenalkan karena dinilai mampu memberikan gambaran konkret mengenai peluang ekonomi digital sekaligus membuka alternatif sumber penghasilan baru yang relevan dengan perkembangan dunia kerja saat ini.

Melalui sinergi ini, Kemnaker dan Shopee berharap semakin banyak tenaga kerja Indonesia yang memiliki keterampilan digital adaptif, berdaya saing, serta mampu memanfaatkan peluang ekonomi digital secara produktif dan berkelanjutan di masa depan.

Baca Juga: Shopee Luncurkan Kampanye 'UMKM Sumatra Bangkit'