WhatsApp mengumumkan kehadiran Meta Business Agent, agen AI yang memungkinkan setiap bisnis hadir untuk setiap pelanggan selama 24/7, pada gelaran WhatsApp Business Summit (WABS) Indonesia di Jakarta (11/8). Kehadiran solusi tersebut selaras dengan data yang menunjukkan tingginya intensitas penggunaan platform pesan sekaligus tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kecerdasan buatan (AI).

Berdasarkan data yang dipaparkan, lebih dari 7 dari 10 masyarakat Indonesia (71%) kini mengirim pesan kepada bisnis setiap hari. Selain itu, 8 dari 10 masyarakat Indonesia (83%) mengatakan bahwa agen AI membantu mereka mendapatkan apa yang mereka butuhkan dengan lebih cepat dan efisien. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi salah satu negara yang mengandalkan perpesanan sebagai sarana utama komunikasi bisnis terbesar di dunia, tetapi juga siap untuk mengadopsi AI.

Baca Juga: Bank Jakarta Perkuat Fondasi Transformasi Berkelanjutan melalui Investasi Talenta Teknologi

Sandhya Devanathan, Vice President of India & Southeast Asia at Meta, mengatakan, “Secara global, lebih dari 1 juta bisnis telah menggunakan Meta Business Agent di WhatsApp dan Messenger setiap minggunya. Di Indonesia, WhatsApp bukan sekadar aplikasi perpesanan, melainkan tempat masyarakat memesan makanan, merencanakan perjalanan, dan terhubung dengan bisnis yang mereka percayai. Meta Business Agent membantu bisnis di Indonesia hadir dalam setiap momen tersebut melalui percakapan berbasis AI yang cepat, personal, dan tersedia 24 jam sehari, baik bagi perusahaan yang melayani jutaan pelanggan maupun pemilik usaha kecil dan menengah (UKM) yang mengelola bisnisnya langsung dari ponsel.”

Bagi bisnis kecil, Meta Business Agent mudah diaktifkan melalui aplikasi WhatsApp Business dan dapat langsung merespons pelanggan secara real-time dengan gaya komunikasi dan bahasa yang disesuaikan dengan karakter bisnis masing-masing. Sementara itu, bagi bisnis besar, Business Agent Platform dapat diintegrasikan dengan sistem yang sudah ada serta dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.

Bagi usaha kecil dan menengah (UKM), Meta Business Agent terintegrasi langsung di dalam aplikasi WhatsApp Business dan memungkinkan pelaku usaha untuk:

  • Melatih agen AI agar dapat menjawab pertanyaan yang spesifik mengenai bisnis mereka.
  • Memberikan rekomendasi produk dari katalog bisnis.
  • Menjadwalkan janji temu dan mengidentifikasi calon pelanggan.
  • Membantu menyelesaikan penjualan.
  • Mengalihkan percakapan kepada anggota tim untuk memberikan dukungan lebih lanjut apabila diperlukan.

UKM di Indonesia yang telah mengaktifkan Meta Business Agent mulai merasakan dampak yang signifikan. Mastung, sebuah agensi kreatif digital yang beroperasi secara nasional, mencatat peningkatan penjualan sebesar 65,4% setelah mengaktifkan Meta Business Agent yang dapat melayani pelanggan ketika tim penjualan mereka berada di luar jam operasional. Sementara itu, Queensi, brand kecantikan dan kesehatan di bawah naungan Sastro Group, kini mampu menangani percakapan dengan pelanggan hingga 250% lebih banyak, dengan tetap mempertahankan tingkat konversi penjualan sekaligus menjaga kepercayaan pelanggan melalui Business Agent yang dikustomisasi sesuai kebutuhan mereka.

Sementara itu, bagi perusahaan besar, Meta Business Agent Platform memungkinkan perusahaan mengembangkan dan mengkustomisasi agen AI sekaligus mengintegrasikannya dengan sistem bisnis yang sudah digunakan, seperti Shopify, Zendesk, dan Shopee. Bekerja bersama WhatsApp Business Platform, solusi ini menghadirkan skalabilitas, kontrol, dan kemampuan pengukuran yang dirancang untuk kebutuhan perusahaan.

Dalam WhatsApp Business Summit 2026, WhatsApp memperlihatkan bagaimana Paragon, salah satu perusahaan yang pertama mengadopsi Meta Business Agent Platform, telah membangun pengalaman pelanggan yang lebih baik sekaligus mempererat hubungan dengan pelanggan melalui pemanfaatan agen AI. Paragon memanfaatkan Meta Business Agent Platform untuk DermaScalp Expert (DSE), brand perawatan rambut dan kulit kepala di bawah naungannya, menghadirkan konsultasi yang lebih personal, memberikan rekomendasi produk yang relevan, hingga mendampingi pelanggan sepanjang proses pembelian.

Risman Adnan, Chief Technology Officer, Paragon Corp, mengatakan, “Di Paragon, perawatan rambut dan kulit kepala perlu dipersonalisasi, dan itu dimulai dengan memahami kebutuhan unik setiap individu. Dengan Meta Business Agent Platform di WhatsApp Business Platform untuk merek DermaScalp Expert (DSE), kami menghadirkan keahlian hair scientist kami dan konsultasi yang dipersonalisasi, rekomendasi produk, serta jalur pembelian yang lancar ke dalam satu pengalaman yang terhubung. Ini memudahkan pelanggan untuk menemukan solusi yang tepat sekaligus membantu kami membangun hubungan yang lebih langsung dengan pelanggan kami.”