Sakit kepala telah menjadi keluhan yang begitu umum sehingga banyak orang tidak lagi menganggapnya sebagai masalah serius. Stres pekerjaan, kurang tidur, dehidrasi, terlambat makan, hingga terlalu lama menatap layar gawai sering kali menjadi alasan yang dianggap wajar di balik munculnya nyeri kepala.

Dalam banyak kasus, anggapan tersebut memang benar. Namun, para ahli mengingatkan bahwa sakit kepala yang berlangsung terus-menerus, semakin sering terjadi, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari tidak boleh dianggap sebagai bagian normal dari gaya hidup yang sibuk.

Dalam rangka memperingati Hari Tumor Otak Sedunia, para dokter bedah saraf mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap sakit kepala kronis dan mengenali kapan gejala tersebut membutuhkan pemeriksaan medis lebih lanjut.

"Kami melihat banyak pasien yang hidup dengan sakit kepala selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sebelum akhirnya mencari pertolongan medis. Bahayanya, banyak orang menjadi terbiasa dengan rasa sakit tersebut dan berhenti mempertanyakan penyebabnya," beber Dr. Abhijit G. Warade, Konsultan Bedah Saraf di P. D. Hinduja Hospital and Medical Research Centre, dikutip dari Times Now News, Selasa (9/6/2026)

Dr. Warade mengatakan, salah satu kondisi yang kerap luput dari perhatian adalah meningioma, yaitu jenis tumor otak primer yang paling umum ditemukan pada orang dewasa.

Meski kata ‘tumor’ sering kali memicu kekhawatiran, meningioma umumnya tumbuh secara lambat dan tidak selalu menimbulkan gejala yang mencolok pada tahap awal.

Karena perkembangannya yang perlahan, banyak pasien menganggap ketidaknyamanan yang muncul sebagai sakit kepala biasa. Lokasi pertumbuhan tumor juga berperan besar dalam menentukan gejala yang dirasakan.

Ketika tumor berkembang di dekat struktur sensitif di dalam tengkorak, tekanan dapat meningkat secara bertahap dan memicu pola sakit kepala yang semakin memburuk dari waktu ke waktu.

"Meningioma mencakup lebih dari 40 persen dari seluruh tumor otak primer. Karena pertumbuhannya lambat, tanda-tanda peringatannya sering kali samar dan kerap dikaitkan dengan stres atau penyebab sehari-hari lainnya," jelas Dr. Warade.

Baca Juga: Hari Tumor Otak Sedunia: Ini Sederet Tanda Peringatan pada Anak-anak yang Gak Boleh Diabaikan Orang Tua