Dokter Spesialis Bedah Saraf, Moch Evodia Slamet R, membahas soal kesiapan rumah sakit di Indonesia dalam mengatasi kasus tumor otak. Ia mengatakan, kesiapan RS di Indonesia untuk mengatasi tumor otak sangat bergantung dengan kebijakan pemerintah.

"Kesiapan itu memang bergantung kepada kebijakan pemerintah," tegasnya kepada Olenka, dikutip pada Sabtu (20/6/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah indikator dapat dipertimbangkan untuk mengukur kesiapan tersebut. Pertama, ialah dari aspek kebutuhan alat diagnostiknya yang menurutnya sudah cukup siap karena di hampir semua rumah sakit daerah atau swasta minimal sudah memiliki CT Scan.

Baca Juga: Pentingnya Deteksi Dini Tumor Otak, Tingkatkan Persentase Kesembuhan

"Ini sudah cukup untuk mendiagnosa suatu tumor otak," tambahnya.

Kedua, adalah kesiapan dokter. Ia mengatakan bahwa saat ini spesialis bedah saraf sudah hampir tersebar ke seluruh penjuru Indonesia, meski beberapa wilayah masih belum ada. Ia mencatat, saat ini jumlah dokter spesialis bedah saraf di Indonesia sekitar 500 orang.

"Ini berhubungan dengan distribusi dari dokter spesialis bedah sarah. Jujur harus dikatakan bahwa sekitar 30% dokter spesialis bedah sarah di Indonesia ada di Jabodetabek," lanjutnya. 

Indikator berikutnya adalah soal alat-alat dari rumah sakit, khususnya yang dibutuhkan untuk operasi bedah tulang kepala. Untuk alat yang digunakan dalam bedah dengan lokasi yang tidak jauh dari permukaan otak, lanjutnya, alat tersebut bisa cukup mudah ditemukan di lokasi praktik dokter yang bersangkutan.

Hanya saja, alat yang digunakan untuk operasi dengan lokasi yang lebih dalam, di beberapa daerah memerlukan rujukan ke rumah sakit dengan tipe yang lebih lengkap, bisa ke tingkat provinsi atau bahkan nasional.