Pemberdayaan masyarakat di Pulau Obi sendiri tidak hanya dilakukan melalui sektor pertanian. Sejumlah program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kapasitas mereka.
Program PELITA, misalnya, memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat lokal agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Sejak diluncurkan pada 2023, program tersebut telah memasuki lima batch dan menghasilkan ratusan lulusan.
Di Desa Kawasi, program KAWASI BERSERI mendorong masyarakat terlibat dalam pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan hingga pengolahan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Sementara itu, Rumah Belajar menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi di luar kegiatan sekolah.
Upaya memperkuat ekonomi lokal juga dilakukan melalui program SENTANI yang mendampingi kelompok tani dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Buton. Di sisi lain, KWT Soligi menjadi wadah bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus mengembangkan kegiatan ekonomi produktif berbasis potensi lokal.
Berbagai program tersebut turut mendapat apresiasi dalam PDB Awards 2026. PELITA, KAWASI BERSERI, dan Rumah Belajar masing-masing meraih Gold, sementara SENTANI dan KWT Soligi meraih Silver. Penghargaan Local Hero untuk Mama Nia melengkapi enam penghargaan yang diterima Harita Nickel.
Director of Health, Safety, and Environment (HSE) Harita Nickel, Tonny Gultom, mengatakan, program PPM diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat sehingga mereka dapat mengembangkan potensi yang dimiliki secara mandiri.
“Program PPM kami diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar semakin mandiri dan mampu mengembangkan potensi di wilayahnya. Karena itu, kami berupaya membangun program bersama masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal,” tutur Tonny.
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria, juga mengatakan bahwa dunia usaha merupakan mitra strategis dalam pembangunan desa. Menurutnya, kontribusi dunia usaha dapat mendorong lahirnya inovasi, komitmen, dan praktik terbaik dalam pengembangan desa yang berkelanjutan.
“Penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol pengakuan tetapi juga menjadi instrumen untuk mendorong lahirnya inovasi, komitmen serta praktik terbaik dalam pengembangan desa yang berkelanjutan,” katanya.
Bagi Mama Nia, perjalanan dari kebun hingga pasar menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari potensi yang sudah ada.
Ketika hasil pertanian memiliki akses pasar dan perempuan mendapat ruang untuk terlibat secara produktif, kebun tidak hanya menghasilkan panen, tetapi juga membuka peluang bagi tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat Pulau Obi.
Baca Juga: Kerajaan Bisnis Harita Group: dari Pertambangan hingga Sekuritas