Monash University, Indonesia, berkomitmen proaktif mendukung Pemerintah Indonesia mencapai visi Indonesia Emas 2045 lewat pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Diketahui, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan daya saing global dengan hanya 0,45% penduduk usia produktif yang memiliki gelar S2 dan S3.

Profesor Matthew Nicholson, Pro-Vice Chancellor & President (Indonesia), menyatakan bahwa Indonesia berada di momen penting untuk menuju visi Indonesia Emas 2045. Potensi besar bangsa Indonesia dapat diwujudkan melalui pendidikan kelas dunia, kolaborasi industri, dan solusi berbasis penelitian.

Baca Juga: Fasilitasi Pendidikan dan Riset Berkualitas Gapai Indonesia Emas 2045, Monash University-Indonesia Bentuk Aliansi Strategis

"Monash University, Indonesia, berkomitmen memberdayakan generasi pemimpin masa depan dengan keterampilan, jejaring, dan perspektif global yang diperlukan untuk mendorong perubahan nyata. Melalui aliansi strategis dan inisiatif berdampak, kami mendukung dan turut membentuk masa depan Indonesia," ucapnya, dikutip Senin (24/3/2025).

Monash University, Indonesia telah memperluas akses pendidikan tinggi bertaraf dunia melalui Global Mobility Program. Program ini mencakup tiga inisiatif utama:

  1. Australia Exchange Program: Mahasiswa dapat belajar di Australia hingga enam bulan dengan biaya kuliah tetap mengikuti kebijakan kampus Monash University, Indonesia;
  2. Australia Leadership Program: Dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa berkarier di tingkat internasional;
  3. Monash Innovation Guarantee Postgraduate Program: Menawarkan jalur pembelajaran fleksibel yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Selain itu, Monash University, Indonesia berencana segera meluncurkan program Master of Sustainability pada 2026 untuk membekali profesional dengan keterampilan menuju masa depan yang lebih hijau. Monash University, Indonesia berupaya menciptakan lingkungan belajar yang terintegrasi, di mana mahasiswa, peneliti, dan pelaku industri bekerja sama menghasilkan solusi nyata.

"Kami yakin bahwa investasi dalam pendidikan adalah investasi untuk masa depan bangsa, dan mereka berdedikasi untuk memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan potensi penuh Indonesia. Pada tahun 2024, Monash University, Indonesia menjalin kemitraan strategis dengan sepuluh universitas terkemuka di Tanah Air, termasuk Universitas Bunda Mulia, Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Kristen Petra, Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Pelita Harapan, Universitas Pembangunan Jaya, Universitas Parahyangan, dan Universitas Pradita," terang Profesor Matthew.

Di sektor industri, Monash meluncurkan Program Double Degree bersama PT PLN (Persero) yang menggabungkan studi Master of Business Innovation di Monash University, Indonesia dengan Master of Engineering di kampus pusat Monash di Australia. Program ini mendukung transisi energi dan pengembangan kapasitas Indonesia. Selain itu, Monash juga melatih pemimpin transformasi digital melalui Program Pendidikan Eksekutif bersama APINDO, sebuah program intensif selama enam bulan yang diikuti oleh 50 profesional dari pemerintahan dan industri. 

Tantia Dian Permata Indah, COO & Vice President (Operations & Enterprises) Monash University, Indonesia, menjelaskan, "Transformasi industri yang cepat membutuhkan tenaga kerja yang gesit, inovatif, dan kompeten secara global. Monash University, Indonesia menghubungkan pendidikan dan industri melalui program-program yang fokus pada pembelajaran praktis, kolaborasi lintas sektor, dan mobilitas global. Kami membekali mahasiswa dengan keterampilan future-ready agar mereka tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga memimpinnya."

Monash University, Indonesia juga aktif berkontribusi dalam riset yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan kebijakan berdampak. Salah satu inisiatifnya adalah Banten Mosaic Initiative, kolaborasi dengan Bappeda Banten, universitas, dan LSM lokal untuk menyediakan wawasan berbasis data guna mendukung perencanaan strategis di Provinsi Banten. Selain itu, Monash pun turut menunjukkan kepemimpinan global melalui dua konferensi internasional: Sustainable Development for Thriving Communities Conference 2024 dan Conference of the Journal of Information Systems.

Selain itu, Monash turut memantau Pemilihan Presiden Indonesia 2024 dengan analisis dari Pusat Data dan Demokrasi Monash yang disiarkan oleh media global seperti ABC Australia, BBC, CNN, dan Channel News Asia. Monash University, Indonesia juga menggelar EduVate 2024 bersama Monash University, Malaysia dan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat-Banten. Acara ini mempertemukan pendidik dan pembuat kebijakan untuk mengeksplorasi inovasi pendidikan tinggi, khususnya terkait AI Generatif.

Jane M Jacobs, Vice-President of Research and Academic Affairs, mengatakan, "Di Monash University, Indonesia, riset bukan hanya untuk memajukan pengetahuan, melainkan juga memecahkan masalah nyata. Dari keberlanjutan hingga transformasi digital, agenda riset kami dirancang untuk menjawab tantangan utama Indonesia. Melalui kerja sama dengan pemerintah, industri, dan lembaga akademik, kami mendorong inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi Indonesia tetapi juga memberikan solusi global."