Pemerintah Indonesia melalui Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) memperkuat promosi investasi ke kawasan Eropa melalui rangkaian kunjungan kerja ke Austria, Slovakia, dan Hungaria pada 17–23 Mei 2026. Kegiatan tersebut menghasilkan sejumlah penjajakan kerja sama strategis hingga penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di sektor energi hijau, teknologi digital, dan pengelolaan air.
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, bersama Plt. Kepala Biro Investasi, Kerja Sama, dan Komunikasi, Bambang Wijanarko. Fokus utama promosi investasi diarahkan pada pengembangan KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri terpadu baru di Indonesia.
Baca Juga: Mengukur Kekuatan APBN di Tengah Rencana Prabowo Perkuat Pertahanan Nasional
Dalam pertemuan dengan Austrian Federal Economic Chamber (WKÖ) di Wina, Austria, delegasi Indonesia memaparkan stabilitas ekonomi nasional, kebijakan hilirisasi industri, hingga pengembangan kawasan industri dan KEK di Indonesia. Austria menilai Indonesia memiliki posisi strategis sebagai hub produksi di kawasan ASEAN dengan potensi pasar lebih dari 600 juta penduduk.
“Indonesia menawarkan ekosistem industri terintegrasi, konektivitas strategis ke kawasan Indo-Pasifik, serta peluang jangka panjang untuk kemitraan manufaktur maju yang berkelanjutan,” ujar Sekjen Edwin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Pihak Austria juga menyampaikan ketertarikannya terhadap peluang kerja sama di sektor mechanical engineering, advanced manufacturing, renewable energy, automotive components, dan precision manufacturing.
Selanjutnya di Bratislava, Slovakia, Indonesia menggelar Indonesia-Slovakia Investment and Business Forum yang dihadiri sekitar 40 peserta dari unsur pemerintah dan sektor swasta Slovakia. Forum tersebut mempertemukan Indonesia dengan pelaku usaha di bidang energi baru terbarukan, otomotif, kecerdasan buatan, hingga layanan keuangan.
Dalam sambutannya, Sekjen Edwin menyampaikan bahwa forum tersebut mencerminkan komitmen kuat Indonesia dan Slovakia untuk mempererat kerja sama ekonomi dan membuka peluang investasi baru di sektor manufaktur, logistik, infrastruktur, teknologi, dan pengembangan industri. Ia menilai Slovakia merupakan gerbang strategis menuju kawasan Eropa Tengah, sementara Indonesia menawarkan akses menuju pasar ASEAN yang terus berkembang pesat.
“Kami percaya Slovakia dan Indonesia memiliki potensi besar untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan. Dengan menggabungkan keunggulan industri Slovakia dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinamis, kedua negara dapat membangun rantai pasok yang tangguh dan inovatif,” ujar Sekjen Edwin.
Salah satu hasil utama forum tersebut ialah penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Innovation Platform Capital dan PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Industropolis Batang pada Selasa (19/5). Kerja sama tersebut mencakup pengembangan energi bersih, green hydrogen, AI data center, infrastruktur digital, smart industrial ecosystem, hingga advanced manufacturing.
Berbagai kerja sama ini menjadi langkah awal untuk memperkuat posisi KEK Industropolis Batang sebagai pusat industri masa depan Indonesia.