Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lukas Suwarso mengatakan keputusan Presiden Prabowo Subianto memecat Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan tidak bakal membawa perubahan apa pun terutama arah kebijakan ekonomi. 

Menurutnya pemecatan Purbaya bukan strategi perombakan total, sementara masalah yang dihadapi Kementerian Keuangan ke depannya sudah berada di level akut, jadi bongkar pasang jabatan menteri saja tidak cukup, itu tidak bakal menyentuh persoalan-persoalan fundamental.

Seharusnya Prabowo melakukan perombakan besar-besaran di lingkungan Kementerian Keuangan dan lingkup kementerian bidang perekonomian.  

Baca Juga: Kekayaan Mendadak Naik Pas Jabat Menkeu, Orangnya Jokowi Teriakin Purbaya: Transparan Dong Apelo!

“Ibarat penyakit ya, penyakit kita kanker stadium 4, tapi pemerintah gunakan Kalpanax. Jadi kulit-kulit yang melepuh dioles. Jadi mengganti Purbaya, apalagi dia sendirian diganti, itu tidak mengubah apa-apa,” kata Suwarso dilansir Olenka.id dikutip saluran Youtube Abraham Samad SpeakUp, Rabu (16/9/2026).

Selain perombakan besar-besaran, hal paling realistis yang seharusnya dilakukan Prabowo untuk memperbaiki ekonomi dan kondisi bangsa saat ini adalah memangkas jumlah kementerian di Kabinet Merah Putih.  

Struktur kabinet yang obesitas jelas tidak sehat untuk keuangan negara apalagi kinerja kementerian-kementerian itu juga sampai sekarang nyaris tidak pernah dirasakan masyarakat.  

Pemangkasan jumlah kementerian dan lembaga serta efisiensi anggaran yang ketat menjadi langkah paling rasional untuk memperbaiki ekonomi Indonesia yang masih tiarap hingga kini. 

“Nggak berubah (kalau cuma mengganti Menkeu). Mengubah total policy, menghemat, efisiensi. Kalau mau serius, kabinet gemuk 101 menteri ini dipangkas menjadi 25. Itu salah satu operasi untuk mengangkat kanker stadium 4,” ujarnya. 

Dalam kesempatan itu Suwarso juga secara khusus menyoroti kinerja Purbaya selama setahun menjabat Bendahara Negara. Dia mengatakan, Purbaya juga nyaris tak punya prestasi, alih-alih melakukan upaya-upaya perbaikan ekonomi, Menteri Keuangan pengganti Sri Mulyani itu justru lebih banyak tampil sebagai corong pemerintah. 

Hal ini terlihat jelas dari gaya komunikasi publik Purbaya yang kerap berujung polemik atau debat terbuka dengan sesama pejabat pemerintahan dari kementerian atau lembaga lain. 

“Karena kan Purbaya sebenarnya cuma jadi corong pemerintah juga. Cuma memang Purbaya ini kan bukan tipe team work ya,” ucapnya.

Baca Juga: Purbaya Dikuliti Habis Sama Pak Mahfud, Sisi ‘Gelapnya’ Dibongkar Terang Benderang!

“Jadi dia suka ngomong sendiri, barangkali ini ada kaitan dia perseteruan dia dengan Menteri Dalam Negeri ya, dana ke daerah. Tito bilang, ada 90 daerah yang kemungkinan mengalami parah, nggak bisa bayar gaji. Tapi si Purbaya membocorkan bukan 90 daerah, tapi 490,” pungkasnya.