Guru Besar Komunikasi Universitas Airlangga, Prof Henry Subiakto turut menyoroti pemecatan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya siapapun yang menggantikan posisi Purbaya bakal menempati posisi yang sama sekali tidak mengenakan.
Posisi Menteri Keuangan di era Prabowo kata Henry adalah jabatan yang serba salah pada satu sisi Menkeu dipaksa bekerja keras menyelamatkan keuangan negara namun di sisi lain sang menteri paksa melayani ambisi dan ego presiden yang keras kepala.
Baca Juga: Purbaya Dikuliti Habis Sama Pak Mahfud, Sisi ‘Gelapnya’ Dibongkar Terang Benderang!
“Di satu sisi harus menyelamatkan keuangan Pemerintah dan keuangan negara, di sisi yang lain harus melayani ambisi seorang Presiden yang keras kepala dalam kebijakan politik,” kata Henry dilansie Olenka.id Rabu (16/9/2026).
Henry mengatakan, ego dan ambisi Prabowo sangat besar, ia memaksa Menteri Keuangan untuk putar otak mengongkosi seluruh program-program yang sangat menguras anggaran negara, besarnya ego Presiden membuatnya menutup mata dan telinga terhadap kritik masyarakat atau masukan dari para menteri.
“Ingin terus membiayai program-program dengan tata kelola buruk yang akan menjerumuskan Indonesia ke dalam keadaan yang makin buruk lagi,” ujar Henry.
Tabiat presiden yang demikian kata Henry bakal membuat Prabowo terus-terusan membongkar pasang formasi kabinetnya. Dia mengatakan ke depannya bakal ada banyak menteri lagi yang dipecat, bahkan ada yang berpotensi masuk penjara.
“Nanti akan semakin banyak lagi korban orang-orang yang tersingkir bahkan masuk penjara karena resiko mengikuti perintah top down yang banyak menabrak prosedur dan prinsip tata kelola pemerintahan clean and good governance,” pungkasnya.
Purbaya diberhentikan secara mendadak setelah setahun mengemban tugas sebagai Bendahara Negara. Pemecataan Purbaya dikecam berbagai kalangan lantaran itu dilakukan tiba-tiba.
Purbaya dipecat lewat sambungan telepon saat dirinya sedang mengikuti rapat bareng sejumlah lembaga negara.
Posisi saat ini digantikan Suahasil Nazra yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan. Suahasil dilantik pada Senin (14/9/2026) beberapa saat setelah Istana mengabarkan Purbaya via telepon bahwa dirinya telah ditendang Prabowo.