Pemecatan Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan masih membetot perhatian publik yang penasaran dengan alasan Presiden Prabowo Subianto di balik pemberhentian seorang menteri yang tiba-tiba itu.
Purbaya sendiri mengaku diberhentikan lantaran kontrak kerjanya yang dulu disepakati hanya setahun sudah habis masanya. Namun publik tak sepenuhnya percaya mengingat Purbaya dipecat dengan cara yang tak lazim.
Dia diberhentikan hanya lewat satu panggilan telepon dari istana, bahkan pemecatan itu dilakukan di tengah sebuah rapat penting yang sedang dihadirinya. Oleh publik perilaku itu dinilai tak etis, tak ada rasa hormat sedikit pun yang diberikan kepada Purbaya yang sudah setahun bekerja.
Di tengah ramainya perbincangan pemecatan Purbaya, istana lewat Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi tiba-tiba berbicara panjang lebar mengenai reshuffle kabinet, dia bahkan sempat menyinggung pemecatan Presiden Prabowo ketika ia masih aktif di militer.
Bagi Hasan Nasbi bongkar pasang jabatan dalam sebuah organisasi adalah hal lumrah itu jamak terjadi di mana-mana.
Baca Juga: Pemecatan Purbaya Nggak Bakal Mengubah Apa-apa, Kanker Stadium 4 Mana Mempan Dioles Kalpanax!
"Kalau dipikir-pikir ya dalam politik itu kita bisa hidup lebih dari sekali. Presiden Prabowo, beliau kan diberhentikan dari jabatannya. Waktu itu menjadi rising star di ABRI waktu itu, di TNI, dengan pangkat letnan jenderal di usia yang masih muda. Tapi kemudian diberhentikan begitu saja," kata Hasan dalam sebuah video dilansir Olenka.id Kamis (16/9/2026).
Pemecatan seseorang dari jabatannya bukan lah akhir dari perjalanan karier, ini bisa menjadi sebuah permulaan menuju karier yang jauh lebih gemilang di masa depan, seperti Prabowo yang didepak dari militer, karienya tetap moncer kendati banyak pihak awalnya pesimis memandangnya, ia membangun dan membesarkan Gerindra hingga sukses terpilih menjadi Kepala Negara setelah gagal dalam sejumlah pencalonan pada Pilpres sebelumnya.
"Ikut berjuang dalam sekian kali pemilu untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, beberapa kali kalah, tapi tidak menghapus kesabaran dan semangat beliau untuk memperjuangkan keyakinannya dalam politik," ujarnya.
Selain Prabowo yang pernah ketiban sial karena pemecatan, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga punya ceritra perjalanan karier yang identik. Pahitnya penolakan hingga pemecatan sempat ia cicipi dalam perjalanan kariernya, namun di masa depan ia justru terpilih menjadi orang nomor satu di negaranya.
"Anwar Ibrahim di tahun 98 itu jabatannya sudah wakil perdana menteri. Tapi karena ada perbedaan pendapat dengan perdana menteri waktu itu, kena reshuffle, kena berhentikan juga," kata Hasan
"Dan mungkin lebih tragis karena dua kali bolak-balik masuk penjara dengan masa hukuman sekitar 10 tahun lebih. Mungkin waktu itu sekitar 75 atau 76 tahun. Ini perjuangan politik yang panjang, tapi memberikan bukti bahwa diberhentikan dari jabatan itu bukan akhir dari segalanya," ucap Hasan.
Baca Juga: Kekayaan Mendadak Naik Pas Jabat Menkeu, Orangnya Jokowi Teriakin Purbaya: Transparan Dong Apelo!
Hasan mengatakan, pemecatan dari sebuah jabatan bisa menjadi pelecut semangat yang membakar gairah untuk bangki kembali,mereka yang pernah dipecat, ditolak dan diabaikan bisa kembali dalam versi yang sangat berbeda. Mereka menjadi jauh lebih kuat serta sulit ditumbangkan lagi.
"Bahkan ada orang yang kembali lagi dengan posisi yang jauh lebih, jauh lebih kuat," pungkasnya.