Huawei kembali menegaskan komitmennya dalammendukung pengembangan pengetahuan di bidang keamanan siber melalui pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) mengenai kerja sama keamanan siber dengan Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN) pada 10 Agustus lalu. Kerja sama BSSN dan Huawei ditandatangani oleh Nugroho Sulistyo Budi, Kepala BSSN dan Guo Hailong, CEO Huawei Indonesia.
Dalam sambutannya, Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, mengapresiasi Huawei Indonesia atas kemitraan yang telah terjalin selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, pembaruan Nota Kesepahaman ini bukan sekadar memperpanjang masa kerja sama, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam membangun kapasitas keamanan siber nasional.
Baca Juga: Kaspersky dan BSSN Perbarui Nota Kesepahaman (Mou) untuk Perkuat Ketahanan Siber Indonesia
"Sejalan dengan semangat quad-helix dalam Strategi Keamanan Siber dan Sandi, sektor swasta memiliki peran penting dalam melindungi ruang siber nasional. Oleh karena itu, kerja sama yang kuat dan berkelanjutan antara BSSN dan Huawei menjadi sangat penting. Kami berharap Huawei terus mendukung dan mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keamanan siber. Melalui pembaruan Nota Kesepahaman ini, kolaborasi antara BSSN dan Huawei diharapkan mampu menjadi katalis bagi lahirnya berbagai program yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan keamanan siber Indonesia," ujar Kepala BSSN Nugroho.
Sean Yang, Huawei Global Cybersecurity and Privacy Officer, menegaskan bahwa kolaborasi mendorong kemajuan, dan landasan dari kolaborasi adalah kepercayaan. "Pada akhirnya, interaksi kita di dunia ini didasarkan pada kepercayaan. Membangun ekosistem kepercayaan digital yang tangguh memerlukan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap semua pemangku kepentingan utama di bidang keamanan siber dapat semakin mempererat kolaborasi untuk saling mendukung. Dengan bekerja sama, kita dapat membangun dunia cerdas yang berlandaskan kepercayaan digital."
Sementara itu, Cyber Security and Privacy Officer (CSPO) Huawei Indonesia, Syarbeni, menambahkan, "Keamanan siber merupakan tantangan yang kompleks dan tidak dapat diatasi hanya dengan memperbaiki satu kelemahan pada satu waktu – diperlukan kolaborasi dari seluruh pihak. Untuk menghadapi ancaman siber secara efektif, dibutuhkan pendekatan yang terkoordinasi dengan melibatkan seluruh sektor industri serta masyarakat luas. Dengan menggabungkan kekuatan, berbagi praktik terbaik, dan bekerja sama secara erat, kita dapat membangun kapabilitas yang lebih kuat sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap keamanan siber dan privasi data."
Nota Kesepahaman (MoU) mengenai Pengembangan Keamanan Siber antara BSSN dan Huawei pertama kali ditandatangani pada 29 Oktober 2019, kemudian diperbarui pada tahun 2021 dan 2023. Hingga saat ini, kemitraan tersebut telah menghasilkan lebih dari 200 kegiatan kolaboratif yang melibatkan lebih dari 39.000 peserta, termasuk berbagai program pengembangan keterampilan khusus di bidang pertahanan berbasis AI dan keamanan siber industri, sebagai wujud kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem keamanan siber di Indonesia.
Kemitraan pemerintah dan swasta ini telah menghasilkan berbagai inisiatif, mulai dari penyusunan makalah riset bersama, penyelenggaraan seminar, pelatihan, kampanye peningkatan kesadaran, asesmen tingkat kematangan (maturity assessment), pengembangan kapabilitas, hingga berbagi praktik terbaik berdasarkan standar global. Sinergi ini juga menegaskan komitmen kedua belah pihak dalam memitigasi tantangan keamanan di era AI dan komputasi kuantum, sekaligus membangun ekosistem digital yang tangguh melalui pertukaran pengetahuan lintas negara dan pengembangan talenta secara berkelanjutan.