Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-Perjuangan turut menyoroti rencana Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) yang hendak blusukan ke sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi salah satu basis pendukung PDI-P dan Jokowi.
Anggota DPR Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira meminta Jokowi memanfaatkan momen blusukan itu untuk menunjukan ijazahnya yang sempat berpolemik belakangan ini.
Baca Juga: Gonjang Ganjing Film Pesta Babi, Sakit Hati Mama Yasinta Moiwend Berujung Laporan Polisi
Menurut Andreas yang juga berasal dari daerah pemilihan (dapil) NTT itu, banyak masyarakat dari dapilnya penasaran dengan ijazah Jokowi setelah diterpa isu ijazah palsu beberapa waktu lalu. Jadi menurutnya agenda blusukan itu bisa menjadi momentum Jokowi membuktikan keaslian ijazahnya.
“Di NTT banyak orang yang ini, bertanya gitu, pas saya pulang 'eh bapak bener tidak nih ijazahnya Pak Jokowi itu asli atau palsu?' Sebetulnya Pak Jokowi (jika blusukan) ke sana, tentu (masyarakat bisa) tanya sendiri langsung," kata Andreas dilansir Minggu (31/5/2026).
Adapun agenda blusukan Jokowi itu nantinya bakal didampingi oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin putranya Kaesang Pangarep.
PSI melalui Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus telah mengkonfirmasi bahwa selain untuk memenuhi undangan masyarakat, blusukan itu juga sebagai momentum Jokowi memperkenalkan identitas politik barunya setelah hengkang dari PDI-Perjuangan pada 2024 lalu.
Terkait hal itu, Address mengaku pihaknya sama sekali tak khawatir. Ia percaya diri partainya tetap menang di NTT meski ditinggal Jokowi.
"Apa yang dikhawatirkan? Wong waktu dia Presiden aja kita menang kok," ujar Andreas.
Di tempat yang sama, Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi, Djarot Saiful Hidayat menegaskan kunjungan Jokowi ke beberapa daerah justru membuat kadernya kian solid. Dia mengaku tak ambil pusing dengan rencana blusukan tersebut.
Sama halnya dengan Andreas, Djarot juga mendorong agar tak ada lagi drama polemik ijazah. Sehingga, dalam rencana blusukannya, Jokowi bisa menunjukkan ijazahnya langsung kepada masyarakat.
Baca Juga: Rakyat Butuh Empati, Sudah Efektifkah Komunikasi Pemerintah di Tengah Tekanan Ekonomi?
“Tapi ya beliau juga harus bisa menjelaskan, menunjukkan untuk supaya masyarakat betul-betul yakin ya bahwa ijazahnya itu asli. Tunjukkan aja ijazahnya," katanya