Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD turut menyoroti isu unjuk rasa besar-besaran dan potensi kerusuhan yang terjadi pada Agustus 2026 ini.
Kendati isu ini telah berulang kali dibantah pemerintah yang mengeklaim Indonesia kondusif, namun desas-desus itu kata Mahfud memang bikin banyak masyarakat khawatir.
Baca Juga: Siapa Donatur Penyebar Hoaks Demo Besar dan Kerusuhan Agustus, Kok Susah Banget Ditangkap Polisi?
"Memang banyak sekarang orang khawatir di bulan Agustus ini terjadi sesuatu,” kata Mahfud MD dilansir Olenka.id Rabu (11/8/2026).
Menurut Mahfud Agustus memang menjadi bulan yang punya catatan khusus hampir setiap tahun. Dia kemudian menyinggung demonstrasi besar dan kerusuhan yang terjadi pada Agustus tahun 2024.
Menurut Mahfud, peristiwa demonstrasi besar-besaran bukan gerakan yang terjadi secara spontan dan tanpa sebab. Unjuk rasa besar merupakan akumulasi dari kemarahan rakyat yang kesal atas berbagai kebijakan pemerintah.
Sebagai contoh, demonstrasi besar Agustus 2024 dipicu keputusan DPR yang hendak menganulir putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pilkada. Hal itu bikin rakyat tersulut. Kemarahan rakyat melahirkan gerakan “Garuda Biru” dan aksi unjuk rasa besar-besaran yang berlangsung berjilid-jilid.
"Itu peringatan kepada Indonesia dengan lambang Garuda dalam warna biru yang pada waktu itu rakyat marah. Karena itu rekayasa, terjadi demo di seluruh Indonesia, akhirnya sidang DPR-nya batal," katanya.
Mahfud kemudian menyinggung unjuk rasa besar yang juga terjadi pada Agustus 2025. Dua unjuk rasa besar yang terjadi di bulan Agustus selama dua tahun beruntun jelas membuat masyarakat khawatir setelah isu demo besar di Agustus 2026 mengemuka belakangan ini.
Adapun isu unjuk rasa Agustus 2026 belakangan ramai disorot publik. Isu itu bergulir seiring viralnya pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan di sejumlah kota besar.
Sejalan dengan itu, sejumlah video unjuk rasa besar dengan narasi-narasi provokatif juga viral di media sosial. Belakangan pemerintah telah mengidentifikasi itu sebagai berita bohong, itu adalah video lama yang sengaja diviralkan pihak tertentu untuk menakut-nakuti masyarakat. Bahkan sejumlah penyebar berita bohong terkait isu demo Agustus 2026 telah ditangkap polisi.
Mahfud mengapresiasi hal itu langkah antisipasi seperti itu memang sudah selayaknya dilakukan. Dia kemudian menceritakan pengalamannya ketika masih memimpin Kemenko Polhukam. Saat itu, koordinasi dilakukan dengan mengidentifikasi lokasi, kekuatan massa, serta pihak-pihak yang berpotensi menjadi penggerak kerusuhan.
"Kita rapat, lalu mengidentifikasi kerusuhan akan dimulai dari mana, berapa kekuatannya, demonya di mana. Kalau koordinasi BIN dan BAIS bekerja, kekuatannya di sana, korlapnya ini, hanya sekian orang yang berangkat, itu biasanya sudah diketahui," pungkasnya.