Sementara itu, bagi mereka yang telah memiliki tingkat kebugaran lebih baik dan rutin melakukan aktivitas fisik, porsi jalan cepat dapat diperbanyak.

Menurut dr. Bobby, pemanasan tetap perlu dilakukan selama 5 hingga 10 menit pertama dengan berjalan santai sebelum melanjutkan latihan utama.

"Untuk teman-teman tahap lanjut, bisa memulai dengan jalan kaki santai di 5-10 menit awal sebagai pemanasan, dan dilanjutkan dengan jalan cepat 5-6 km per jam di 20-25 menit selanjutnya," tuturnya.

Meski jalan kaki tergolong olahraga ringan dan relatif aman, dr. Bobby mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kondisi kesehatan yang berbeda.

Oleh karena itu, kata dia, penting untuk menyesuaikan aktivitas fisik dengan kemampuan tubuh masing-masing agar manfaat yang diperoleh tetap optimal dan risiko cedera dapat diminimalkan.

"Sebelum memulai latihan, sesuaikan dengan kesanggupan dan kondisi kesehatan masing-masing," katanya.

dr. Bobby juga mengimbau masyarakat yang memiliki riwayat penyakit atau keluhan kesehatan tertentu untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memulai program olahraga secara rutin.

"Jika ada masalah kesehatan, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum memulai program latihan," lanjut dr. Bobby.

Lebih dari sekadar menjaga kebugaran, kebiasaan berjalan kaki secara rutin dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung, menjaga tekanan darah tetap terkendali, memperbaiki metabolisme tubuh, serta menurunkan risiko berbagai penyakit kronis.

Karena itu, dr. Bobby mengajak masyarakat untuk tidak menunda memulai gaya hidup aktif.

"Yuk, jangan males, jangan mager, karena badan yang tak terlatih rentan terkena penyakit. Semoga bermanfaat ya," pungkasnya.

Baca Juga: Cara Mencegah Prediabetes Menurut Dokter Ahli, Rutin Latihan Beban Jadi Kunci