Prediabetes sering kali datang tanpa disadari. Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak orang merasa tubuhnya masih baik-baik saja, padahal kadar gula darah mulai menunjukkan peningkatan.
Jika tidak dikendalikan sejak dini, prediabetes dapat berkembang menjadi diabetes dan meningkatkan risiko komplikasi serius seperti penyakit jantung maupun stroke.
Dokter Spesialis Jantung Konsultan Kardiologi Intervensi di RS Hermina Depok, dr. Bobby Arfhan Anwar, SpJP(K)., mengingatkan pentingnya menjaga massa otot untuk membantu mengontrol gula darah, terutama bagi mereka yang mulai memasuki usia 40 tahun ke atas.
Menurutnya, latihan beban menjadi salah satu langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus mencegah perkembangan prediabetes menjadi diabetes.
“Untuk teman-teman yang di usia sekarang mulai prediabet, HbA1c-nya mulai naik tapi belum masuk ke daerah diabetes, jangan lupa latihan beban. Bisa dengan menggunakan alat ataupun mengandalkan berat badan sendiri,” ungkap dr. Bobby, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Selasa (26/52026).
dr. Bobby menuturkan bahwa otot merupakan salah satu organ tubuh yang paling banyak menyerap gula selain otak. Karena itu, kata dia, semakin baik massa otot seseorang, maka kemampuan tubuh dalam membantu mengontrol gula darah juga akan semakin optimal.
“Latih otot kalian, kuatkan otot dan tulang. Karena otot merupakan organ yang paling banyak menyerap gula selain otak. Sehingga kalau kita punya massa otot yang cukup besar, ini bisa membantu kendali gula darah,” katanya.
Menurut dr. Bobby, menjaga kekuatan otot dan tulang bukan hanya penting bagi anak muda, tetapi juga perlu dilakukan secara konsisten hingga usia lanjut.
Ia pun mengingatkan agar masyarakat tetap aktif bergerak dan tidak malas berolahraga meski usia terus bertambah.
“Jangan malas ya, walaupun sudah 40, 50 atau 60 tahun. Tetap latih otot dan tulangnya,” lanjutnya.
Baca Juga: Fakta Konsumsi Kopi Harian Menurut Dokter Tirta, Berapa Batas Amannya?