Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago membandingkan pidato Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), menurut Pangi pidato Prabowo di berbagai kesempatan sama sekali tidak mencerminkan tingkat intelektualitas Prabowo yang selama ini selalu gembar gembor dan mengklaim dirinya adalah kutu buku yang bisa melahap 50 buku dalam sehari.
“Jadi bagaimana mungkin seorang Presiden Prabowo yang bacaannya 50 buku per hari, yang sering keluar negeri beli buku, rajin baca, tapi pidatonya tak mencerminkan orang yang intelektual,” kata Pangi dalam kanal YouTube Refly Harun, dikutip Selasa (18/8/2026).
Baca Juga: Prabowo Mesra dengan Keluarga Jokowi di HUT ke-81 RI , Banyak Haters Kejang-kejang!
Pangi mengatakan, dalam pidato Prabowo yang kerap berdurasi berjam-jam, kepala negara seringkali blunder, fatalnya dalam beberapa pidato, Prabowo bahkan terkesan mengejek rakyatnya sendiri, Pangi mengatakan ada banyak gestur yang ditunjuk dari atas podium yang seharusnya tak boleh dilakukan seorang Presiden, misalnya saja gesur menjulurkan lidah yang dapat diartikan sebagai ejekan kepada pihak tertentu, gestur-gestur itu justru meruntuhkan wibawa Prabowo sebagai seorang kepala negara.
“Ngeledek-ngeledek rakyat gitu. Apa ya istilahnya. Meledek-ledek itu artinya seperti ngejek gitu dengan gerakan gestur nyenye-nyenye, dengan gerakan wajah seperti itu, seperti bukan seorang presiden. Gimana wibawanya,” ujarnya.
“Sementara kalau kita lihat yang mengejek tadi dengan gerakan lidah manyun menjulur itu misalnya, kita kaget. Kok bisa begini,” tambahnya.
Pangi mengaku tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan Prabowo. Namun, ia menduga perubahan tersebut berkaitan dengan citra "gemoy" yang sempat melekat pada Prabowo.
“Nah saya enggak tahu ini, apakah setelah beliau sering dulu goyang gemoy ini, sejak itu berubah. Jadi nggak bisa disepelekan,” ucapnya.
Pangi kemudian membandingkan sikap Prabowo dengan Presiden Jokowi yang disebutnya jauh lebih berwibawa dan berkelas, padahal Jokowi sempat mengaku hanya membaca komik, bukan buku-buku berat seperti Prabowo
“Ketika beliau baca 50 buku, kok seolah-olah pidatonya Pak Jokowi dianggap lebih bisa jaga perasaan rakyat gitu, yang bacaannya cuma komik Doraemon sama Sinchan kan bacaannya. Tapi kalah orang yang bacaannya 50 buku per hari, yang beli bukunya bahasa Inggris semua di luar negeri,” imbuhnya.
“Nah, ini yang banyak orang bertanya. Ada apa sekarang, apakah ada barang selundupan juga yang membuat beliau dijauhkan dari rakyat?” tambahnya memungkasi.