3. Perbanyak Sayuran dan Protein, Bukan Hanya Mengganti Nasi

Hidangan yang sebagian besar terdiri dari nasi atau chapati berisiko menyisakan sedikit ruang bagi sayuran dan sumber protein.

Padahal, sayuran menyediakan serat, vitamin, mineral, dan nutrisi penting lainnya. Sementara itu, protein membantu menjaga kesehatan otot dan mendukung rasa kenyang lebih lama.

Mengonsumsi makanan kaya serat bersama karbohidrat juga dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa, meski efeknya bergantung pada jenis dan komposisi makanan.

Itulah sebabnya, memperbaiki keseimbangan isi piring dapat menjadi langkah yang lebih bermakna dibandingkan sekadar mengganti nasi putih dengan tepung ragi atau roti berbahan millet.

4. Waspadai Asupan Karbohidrat Berlebih

Pola makan sehari-hari masyarakat India kerap menggabungkan beberapa sumber karbohidrat sekaligus, seperti nasi, chapati, kentang, dan makanan berbahan biji-bijian lainnya.

Dr. Mohan menyebutkan bahwa banyak orang India memperoleh sekitar 65–70 persen kalori harian dari karbohidrat. Kondisi ini membuat pengaturan porsi menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Mengganti nasi dengan ragi belum tentu menyelesaikan persoalan apabila total asupan karbohidrat tetap berlebihan.

Selain jumlah karbohidrat, kualitas makanan, kebutuhan energi, aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan masing-masing individu juga perlu menjadi pertimbangan.

5. Nasi Tetap Bisa Dikonsumsi, Asalkan Porsinya Tepat

Penyandang diabetes tidak harus sepenuhnya meninggalkan nasi atau makanan tradisional yang sudah familier. Nasi maupun ragi dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang dengan memperhatikan porsi, komposisi hidangan, dan respons gula darah.

Pemilihan sumber karbohidrat sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi dan preferensi masing-masing orang. Bagi yang menggunakan insulin atau obat diabetes tertentu, penyesuaian pola makan juga perlu mempertimbangkan risiko hipoglikemia dan arahan tenaga kesehatan.

Pesan Dr. Mohan pun menekankan pentingnya mengubah proporsi makanan, bukan sekadar mengganti jenis biji-bijian.

"Jangan hanya mengganti jenis biji-bijian Anda. Ubahlah proporsinya. Perbanyak konsumsi sayuran dan protein," pungkasnya.

Baca Juga: Berapa Batas Maksimal Konsumsi Gula Harian Agar Terhindar dari Diabetes? Ini Jawaban Menurut Ahli!